CATATAN APVOKASI JAMHADI: DARI KETATNYA UJIAN SEKOLAH GAOKAO HINGGA MELEJITNYA MERDEKA TRANSAKSI QRIS DI INDONESIA
- Posting Oleh dicky
- Kamis, 06 Agustus 2026 13:08
SURABAYA beritametro.id – Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Surabaya yang juga Chairman PT Tata Bumi Raya Group, Dr. Ir. Jamhadi, MBA, membagikan analisis mendalam terkait perbandingan sistem pendidikan serta lompatan digitalisasi ekonomi nasional. Catatan APVOKASI ini menyoroti dua fenomena besar: sistem ujian kelulusan di Tiongkok versus Indonesia, serta kesuksesan produk teknologi pembayaran QRIS di dalam negeri.
Gaokao Tiongkok vs UTBK Indonesia: Ketatnya Seleksi Masa Depan
Berdasarkan hasil studi banding di Tiongkok, Jamhadi menyoroti betapa krusialnya Gaokao (ujian masuk perguruan tinggi di Tiongkok) yang dianggap sebagai satu-satunya penentu nasib dan mobilitas sosial (social mobility) warga Tiongkok.
Saking ketatnya, pemerintah Tiongkok menghentikan sementara aktivitas konstruksi, mengalihkan lalu lintas, hingga menurunkan polisi bersenjata untuk mengawal distribusi soal. Pengawasan Gaokao menjadi yang terketat di dunia dengan memanfaatkan pemindai wajah (face recognition), drone pelacak gelombang radio, hingga ancaman hukuman pidana bagi joki.
"Di Tiongkok, Gaokao menjadi penentu tunggal untuk bisa masuk perguruan tinggi papan atas seperti Tsinghua atau Peking University. Sementara di Indonesia, sistemnya jauh lebih fleksibel dan inklusif. Calon mahasiswa memiliki beragam jalur alternatif seperti SNBP, SNBT, hingga Ujian Mandiri PTN serta ekosistem Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sangat luas," papar Dr. Ir. Jamhadi, MBA.
Dari sisi teknologi pengawasan, Indonesia juga membuktikan diri dengan memanfaatkan sistem Computer-Assisted Testing (CAT) yang disentralisasi oleh SNPMB/BPPP, lengkap dengan metal detector dan pemblokiran sinyal elektronik.
Inovasi QRIS: Dari Akar Kode QR Jepang hingga Rekor Transaksi Rp170 Triliun
Di sektor ekonomi digital, Jamhadi mengapresiasi keandalan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai produk kebanggaan anak bangsa yang terbukti mendorong inklusi keuangan nasional secara masif.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat tren lonjakan nilai transaksi QRIS sepanjang tahun 2025 yang sangat fantastis:
Kuartal I 2025: Rp104 triliun
Kuartal II 2025: Rp110 triliun
Kuartal III 2025: Rp128 triliun
Kuartal IV 2025: Merekam rekor tertinggi mencapai Rp170 triliun dalam satu kuartal.
Secara akumulatif, volume transaksi QRIS telah menembus lebih dari 10,33 miliar transaksi dengan laju pertumbuhan melonjak hingga ~139,9% (yoy). Kehadiran fitur baru QRIS Tap (berbasis NFC) bahkan menyumbang transaksi Rp13,8 miliar yang meluas pada jaringan transportasi publik dan gerai ritel.
"Secara historis, teknologi dasar Kode QR diciptakan tahun 1994 oleh Masahiro Hara dari Denso Wave (anak perusahaan Toyota) di Jepang yang kemudian dilepas patennya secara gratis. Indonesia sangat cerdas memanfaatkan peluang ini dengan mengembangkan standar nasional QRIS yang kini melaju pesat dan menjadi tulang punggung transaksi digital masyarakat," pungkas Jamhadi.(BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1627)
- Keadilan (703)
- Hukrim (1998)
- Plesir (29)
- Peristiwa (480)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2096)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1510)
- Jawa Timur (16530)
- Weekend (24)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (299)
- Catatan Metro (206)
- Opini (175)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2782)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (212)
- Hukum (28)
