GUBERNUR KHOFIFAH DAN DUBES MAROKO BAHAS ROADMAP KERJA SAMA STRATEGIS DI GRAHADI, SAMPAIKAN DUKA CITA KASUS KMP MUTIARA SENTOSA II
- Posting Oleh dicky
- Senin, 03 Agustus 2026 21:08
SURABAYA beritametro.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, H.E. Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan bilateral tersebut memperkuat hubungan diplomasi daerah sekaligus menjajaki berbagai potensi kerja sama lintas sektor.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Duta Besar Redouane Houssaini tampak mengenakan syal bermotif batik khas Indonesia mendampingi Gubernur Khofifah saat menyampaikan keterangan pers bersama di depan bendera kedua negara.
Belasungkawa Internasional atas Musibah KMP Mutiara Sentosa II
Mengawali pertemuan, Dubes Maroko Redouane Houssaini secara khusus menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan laut tragis kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Madura.
"Atas nama Pemerintah dan Rakyat Kerajaan Maroko, kami menyampaikan duka cita dan simpati yang paling dalam kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya keluarga korban atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Madura. Doa kami bersama para korban dan keluarga yang ditinggalkan," ucap Dubes Redouane Houssaini.
Gubernur Khofifah mengapresiasi perhatian dan empati yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan Maroko di tengah masa duka bagi Jawa Timur.
"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas perhatian, kepedulian, dan simpati dari Bapak Duta Besar serta Pemerintah Maroko. Dukungan moril ini sangat berarti bagi kami dan seluruh warga Jawa Timur," tutur Khofifah.
Penyusunan Roadmap Kolaborasi Ekonomi hingga Pendidikan
Selain agenda kemanusiaan, pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk menyusun roadmap kolaborasi strategis. Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
- Ekonomi & Perdagangan: Penguatan arus perdagangan global, pengembangan industri manufaktur, pertanian, serta perikanan.
- Pendidikan & Kebudayaan: Penjajakan peluang beasiswa pendidikan bagi mahasiswa asal Jawa Timur ke Maroko.
- Teknologi: Kerja sama pengembangan tata kelola kota berbasis smart city.
Gubernur Khofifah menegaskan optimismenya terhadap potensi sinergi antara Jawa Timur dan Maroko.
"Jawa Timur memiliki potensi komoditas ekspor dan industri yang sangat besar. Melalui penyusunan roadmap kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan, pertanian, hingga beasiswa pendidikan dan smart city, kita berharap hubungan Jawa Timur dan Maroko makin kokoh serta memberi manfaat nyata bagi kedua belah pihak," pungkas Khofifah.(BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1627)
- Keadilan (703)
- Hukrim (1992)
- Plesir (28)
- Peristiwa (478)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2096)
- Internasional (562)
- Sports (2000)
- Ekonomi (1501)
- Jawa Timur (16514)
- Weekend (24)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (297)
- Catatan Metro (206)
- Opini (175)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2779)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (212)
- Hukum (24)
