Mode Gelap
Image
Sabtu, 22 Juni 2024
Logo
Pilkada 2024, LIRA Probolinggo, Bentuk Satgas dan Turunkan Intel Catat Oknum ASN Tidak Netral
Wali Kota LSM LIRA Kota Probolinggo, Louis Hariona (memakai udeng) bersama PH LIRA Djando SH. di Cafe Omah Kopi, Jumat (31/5/2024) malam. Foto Eko Hardianto/berita metro Probolinggo.

Pilkada 2024, LIRA Probolinggo, Bentuk Satgas dan Turunkan Intel Catat Oknum ASN Tidak Netral

PROBOLINGGO (BM) - LSM LIRA Kota Probolinggo, mensimulasikan celah keberpihakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses politik elektoral. LIRA berharap tidak ada kecurangan dalam pilkada. 

Wali Kota LSM LIRA Kota Probolinggo, Louis Hariona, mengatakan, simulasi dilakukan, demi memastikan ASN tetap netral saat setiap tahapan hingga Pilkada 2024 digelar. 

“Dari simulasi itu kita tahu, bagaimana pola oknum ASN dalam dukung-mendukung calon kepala daerah. Kami selanjutnya akan membentuk Satgas Cegah ASN tidak netral,” katanya. 

“Meski mempunyai hak pilih, namun ASN dilarang terlibat dalam proses pilkada. Bahkan warning soal netralitas ini jauh hari sudah disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Probolinggo,” imbuh Louis, Jumat (31/5/2024) malam di Cafe Omah Kopi Mayangan. 

Masih kata pria berdarah Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. Satgas Cegah ASN Tidak Netral, bakal dibentuk di lima kecamatan dan 29 kelurahan. “Satgas ini nantinya membangun komunikasi dan menjalin hubungan dengan Gakkumdu, Bawaslu, KPU, dan Kepolisian,” imbuhnya. 

Louis mencatat, sejak muncul nama-nama kandidat bakal maju di pilkada 2024, laporan tentang dugaan ketidak netralan oknum ASN banyak diterima LSM LIRA. “Tentu kami menguji dan memverifikasi setiap informasi diterima LIRA. Tetap kami gunakan asas praduga tak bersalah dalam konteks itu,” terangnya. 

Kecenderungan rusaknya netralitas ASN disebabkan beberapa faktor. Paling dominan karena faktor intimidasi atau ancaman diterima ASN. “Yang bisa mengancam ASN tentu figur-figur yang memiliki akses ke Pemkot Probolinggo. Atau bisa saja kecenderungan itu ada pada incumbent atau pernah menjabat sebagai wali kota sebelumnya,” tutup Louis.

Sekedar diketahui, sebelumnya Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, mewanti-wanti betul agar ASN, di lingkungan Pemkot Probolinggo, memahami dan melaksanakan netralitas di masa-masa tahapan Pilkada atau Pilwali 2024.

Hal itu, diutarakan Nurkholis, saat menggelar pembekalan 75 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 113 orang Jabatan Fungsional Tenaga Guru. Serta 5 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Saya titip netralitas ASN, hati-hati. Sekali lagi, selamat bekerja, selamat mengabdikan diri untuk Kota Probolinggo yang kita cintai ini, dalam segi apapun, kontribusi panjenengan itu dibutuhkan untuk Kota Probolinggo,” ucap Nurkholis di Puri Manggala Bhakti kantor wali kota setempat.(eko)

 

Komentar / Jawab Dari