Mode Gelap
Image
Rabu, 03 Juni 2026
Logo

DPRD Jawa Timur Apresiasi Langkah Tepat Dinas Pendidikan Dalam Pelaksanaan SPMB 2026

DPRD Jawa Timur Apresiasi Langkah Tepat Dinas Pendidikan Dalam Pelaksanaan SPMB 2026
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr Sri Untari Bisowarno, MAP ( Kiri ) dan Dr H Suli Da’im MM, Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur

SURABAYA (BM) - Menyikapi Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan sederajat di Jawa Timur 2026 resmi dibuka dan Komisi E DPRD Jawa Timur sangat mengapresiasi langkah dan kinerja Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dinilai lebih tertib, tepat, dan terukur.

Pada SPMB 2026 di Jawa Timur ini ada perubahan yang diterapkan yakni meliputi penyesuaian jalur penerimaan dan daya tampung, penggunaan hasil Tes Kemampuan Akademik sebagai salah satu komponen seleksi, serta pemanfaatan dashboard monitoring real time sehingga sejumlah pembaruan yang dapat dipantau masyarakat secara terbuka.

Berdasarkan data sementara Dinas Pendidikan Jawa Timur hingga Selasa (2/6/2026), lebih dari 91 ribu calon peserta didik telah mengambil PIN dari total kapasitas layanan yang mencapai sekitar 1,4 juta akses.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr Sri Untari Bisowarno, MAP memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan proses pengambilan PIN Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jatim dinilai jauh lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, Sri Untari telah melihat pemantauan pengambilan PIN SPMB di wilayah Malang dan Surabaya di SMAN 2. Dari hasil monitoring tersebut, ia melihat seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Semuanya on the track. Tidak ada antrian panjang. Yang masih manual itu hanya validasi dan verifikasi berkas oleh operator sekolah,” ujarnya Sri Untari, Rabu (3/6/2026).

Sri Untari menambahkan bahwa salah satu faktor yang membuat pelayanan lebih lancar adalah penambahan jumlah operator sekolah. Saat ini setiap sekolah memiliki sekitar 10 operator yang bertugas melayani verifikasi dan validasi dokumen peserta. Dengan jumlah petugas yang lebih banyak sambungnya proses pelayanan menjadi lebih cepat sehingga antrian dapat diminimalkan. Pada hari libur, sekolah rata-rata melayani sekitar 100 pendaftar, sedangkan pada hari kerja jumlahnya bisa mencapai 200 pendaftar setiap hari.

“Tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu ada penumpukan karena antriannya tidak ditata seperti sekarang. Sekarang operatornya banyak dan semuanya dari sekolah sendiri,” ungkapnya.

Adapun terkait keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang hanya sekitar 39 persen dari total lulusan SMP di Jawa Timur, Sri Untari meminta masyarakat tidak terpaku pada sekolah negeri semata. Ia menegaskan bahwa sekolah swasta juga memiliki kualitas pendidikan yang baik dan terus didorong pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas.

Tak hanya itu, menurutnya, DPRD Jatim bersama Dinas Pendidikan telah berkomunikasi dengan berbagai sekolah swasta agar menyediakan program beasiswa maupun keringanan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Kami sudah berbicara dengan Dinas Pendidikan agar sekolah swasta yang mampu bisa memberikan beasiswa penuh maupun pengurangan biaya. Sekolah swasta juga bagian penting dari mitra pendidikan,” tuturnya.

Sedangkan dalam kesempatan lain, Dr H Suli Da’im MM, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dan Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur ini akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMA Negeri di Kabupaten Trenggalek yang merupakan basis daerah pemilihan yang ia wakili.

Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pengambilan PIN dan verifikasi data calon peserta didik berjalan lancar serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. “Saya ingin melihat langsung bagaimana pelayanan kepada masyarakat di sekolah-sekolah. Dari laporan dan pemantauan awal yang kami terima, pelaksanaan SPMB tahun ini jauh lebih baik dan lebih tertata,” ujar Kang Suli sapaan akrabnya.

Menurut mantan Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur ini bahwa langkah Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur patut diapresiasi karena telah melakukan berbagai antisipasi agar tidak terjadi penumpukan antrian seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita mengapresiasi Pak Kadindik Jatim beserta seluruh jajaran Dinas Pendidikan yang telah menyiapkan sistem lebih baik. Ada pembagian kuota layanan harian, pelayanan saat akhir pekan, bahkan hari libur tetap dibuka. Ini bentuk pelayanan publik yang responsif,” ulasnya Rabu, (3/6/2026).

Kang Suli juga mewanti-wanti khususnya para orang tua dan calon peserta didik, agar tidak panik maupun terburu-buru dalam proses pengambilan PIN SPMB 2026. “Pengambilan PIN masih berlangsung hingga 9 Juni 2026, sedangkan proses verifikasi dijadwalkan sampai 10 Juni 2026 sehingga masyarakat masih memiliki waktu yang cukup untuk melengkapi seluruh persyaratan,” papar Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Surabaya (IKA Umsura) ini.

“Masyarakat jangan khawatir dan jangan mudah terpancing isu yang membuat panik. Pemerintah sudah memberikan waktu yang cukup panjang serta fasilitas pelayanan yang memadai. Yang penting, syarat administrasinya dipersiapkan dengan baik,” imbuhnya.

Kang Suli juga mengingatkan bahwa proses pengambilan PIN kini lebih mudah karena dapat dilakukan secara daring sebelum verifikasi ke sekolah. “Sekarang sistemnya sudah lebih modern. Pengambilan PIN bisa dilakukan secara online terlebih dahulu, lalu datang ke sekolah untuk verifikasi dokumen. Jadi masyarakat tidak harus antri sejak pagi,” pungkasnya.

Komentar / Jawab Dari