Dua Bulan, Lahan Tidur Diubah Jadi Lahan Produktif Pertanian Cabe dan Sampah Botol Plastik Jadi Berkah
- Posting Oleh Nanang
- Kamis, 07 Mei 2026 16:05
SURABAYA (BM) - Kondisi mengubah lahan tidur atau terbengkalai di area perkotaan menjadi lahan pertanian produktif (Urban Farming) atau pertanian terpadu bukanlah hal yang gampang, apalagi dibarengi dengan sampah botol-botol plastik bekas disulap menjadi barang yang berkah dan bermanfaat.
Dalam waktu hanya dua bulan, warga RT 06 RW 02 Kecamatan Sukomanunggal menyulap lahan yang semula sebagai lahan tidur berubah menjadi lahan pertanian produktif berupa Cabe Rawit yang mulai tumbuh hijau dan segar yang ditempatkan dalam galon-galon plastik bekas di lahan berukuran 9X40 M².
“Kita bibitnya dari Kediri, ya ada sekitar kurang lebih 300an tanaman Cabe di lahan ini yang kita kasi wadah dalam galon-galon plastik bekas,” ungkap Yudi, warga yang juga sebagai Sekretaris RT ini kepada beritametro.id, Kamis (7/5).
Yudi mengaku jika dirinya dan warga lainnya masih belajar menjadi petani tanaman Cabe yang dikelola secara swadaya bersama.
“Kita ini masih belajar mas menjadi petani di kota, semoga bisa menjadi kemanfaatan bersama dan nantinya kita berharap kedepannya tidak hanya pertanian jenis Cabe saja yang bisa dikembangkan tapi bisa tanaman lainnya, atau bisa juga bertambah pengembangannya menjadi budidaya ikan dan sebagainya,” ujar Yudi sembari tersenyum.
“Edukasinya, memanfaatkan sampah botol plastik bekas menjadi daur ulang plastik, lalu lingkungan kita jadi hijau dan bisa meningkatkan produksi cabe,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wardi, Ketua RT 06 RW 02 Kecamatan Sukomanunggal menambahkan bahwa di wilayahnya tidak hanya memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif untuk pertanian, namun juga memanfaatkan sampah botol-botol bekas menjadi income tambahan untuk kas RT.
“Jadi sampah botol-botol bekas itu Sementara kita tampung dulu, nanti selanjutnya kita pres. Kemudian kita jual, hasil penjualan kita masukkan ke kas RT sebagai uang donasi sampah,” paparnya.
Tidak hanya itu, Wardi juga menyampaikan pemanfaatan lahan tidur serta pemanfaatan sampah botol plastik bekas yang dikembangkan bersama oleh warga di wilayahnya ini masuk sebagai nominasi kampung percontohan Program Kampung Iklim (Proklim) yakni salah satu program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Alhamdulillah, kemarin Bu Lurah bilang sebagai kampung percontohan untuk program Proklim. Ya intinya, kita ini kan bersama-sama belajar memanfaatkan sesuatu yang tidak bermanfaat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya.
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1921)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2028)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1461)
- Jawa Timur (16395)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2743)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (15)
- Wisata (32)
- Global (10)
- Pendidikan (203)
- Hukum (23)
