Memilih Sholat Idul fitri di Desa terpencil.Bupati situbondo berbaur dengan Masyarakat.
- Posting Oleh Djoko
- Senin, 23 Maret 2026 23:03
Situbondo,Berita Metro.id Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memilih melaksanakan ibadah salat Idulfitri di Masjid Madrasah Diniyah Ula Badrul Arifin KP Krajan, Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Sabtu 21/3/26.
Setelah melaksanakan salat Idulfitri,Bupati Situbondo bersama istrinya Mbak Una, dan bersama semua Kepala OPD berbaur dengan ratusan warga wilayah terpencil di KP Krajan, diDesa Selobanteng Situbondo.
“Salat Idul fitri saya lakukan di desa terpencil untuk mempererat silaturrahmi antara masyarakat dengan Keluarga Besar Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo. Saya cukup senang bisa Salat Idulfitri bersama masyarakat di daerah terpencil,” tutur Bupati Situbondo.
Salat Idulfitri di desa-desa terpencil, merupakan komitmen Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H tersebut.
“Saya memilih untuk tidak melaksanakan Salat Idulfitri di pusat kota atau masjid agung, saya memilih turun langsung ke salah satu wilayah terpencil di dataran tinggi, yakni Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur,” tutur Mas rio
Dalam keputusannya,Mas Rio memilih Desa Selobanteng hal tersebut didasari oleh kekagumannya pada kelestarian alam desa tersebut. Suasana pegunungan yang asri dan udara yang sejuk menciptakan atmosfer spiritual yang menyatu dengan alam, selaras dengan semangat Idulfitri untuk kembali ke fitrah.
“Selain melaksanakan ibadah, saya juga meninjau inisiatif pelestarian lingkungan yang dikelola secara swadaya oleh desa. Desa Selobanteng saat ini tengah menjalankan program inovatif berupa penanaman pohon sebagai langkah konkret menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor,” kata Mas Rio.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, ini bentuk konservasi lingkungan yang berkelanjutan. “Program penanaman pohon di desa ini bukan sekadar penghijauan, tapi bagian dari pengembangan hutan rakyat yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat," ujar Mas Rio di sela-sela kunjungannya.
Program lingkungan di Desa Selobanteng, kata Mas Rio, memiliki keunikan tersendiri. Jenis pohon yang ditanam, seperti Jati, Kamalina, dan Kesambi, karena pohon-pohon tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Pohon buah-buahan juga ditanam untuk menjaga ketersediaan pakan bagi burung-burung, guna mempertahankan keanekaragaman hayati (biodiversitas),” jelas mas rio.
Muntaha Selaku kepala Desa selobanteng menjelaskan,sejak tahun 2009, desa Selobanteng telah menanam sedikitnya 300 ribu pohon demi menjaga ekosistem yang ada dan Antisipasi mencegah bencana Alam."Alhamdulillah, baru Mas Rio yang hadir di desa kami dan berbaur dengan masyarakat. Kami sangat senang dan merasa terhormat," terang Muntaha.
Muntaha juga mengapresiasi Program Brtantas yang diinisiasi Mas Rio. Program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kurang mampu di pelosok desa yang terkendala biaya rumah sakit.
"Kami melihat Mas Rio bukan hanya peduli pada alam melalui dukungan penanaman pohon, tapi juga sangat peduli pada keselamatan jiwa rakyatnya melalui program kesehatan Berantas. Kehadiran beliau hari ini benar-benar membawa semangat baru bagi kami di desa," pungkas Kades Selobanteng. (Sun )
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1860)
- Plesir (26)
- Peristiwa (465)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2028)
- Internasional (560)
- Sports (1991)
- Ekonomi (1454)
- Jawa Timur (16351)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2736)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (36)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (9)
- Giat Prajurit (14)
- Wisata (32)
- Global (10)
- Pendidikan (195)
- Hukum (23)
