Manajemen Ibiza Club Turut Berduka, Datangi Rumah Keluarga Korban Tewas
- Posting Oleh Redaksi
- Minggu, 30 November 2025 13:11
SURABAYA (BM) - Awan duka masih menggantung di rumah keluarga MRY (24), warga Taman Sidoarjo, yang meninggal usai diduga menjadi korban penganiayaan rekannya sendiri ketika berkunjung ke Ibiza Club Surabaya. Di tengah suasana penuh kesedihan itu, pihak manajemen Ibiza Club datang dengan kepala tertunduk, membawa belasungkawa sekaligus permintaan maaf yang mereka sampaikan langsung kepada keluarga korban.
Kunjungan yang dilakukan pada Jumat (28/11) itu bukan sekadar formalitas. Wahyu, Humas Ibiza Club, mengakui bahwa langkah tersebut adalah bentuk tanggung jawab moral yang ingin mereka tunjukkan secara tulus. “Kami bersilaturahim ke keluarga untuk menyampaikan rasa empati dan berbelasungkawa, serta permintaan maaf kepada pihak keluarga, sebagai tanggung jawab moril,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025). Kata-kata Wahyu kepada keluarga korban disampaikan tanpa jarak, tanpa sekat—sebagaimana seseorang yang juga merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di tempat mereka.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga memaparkan kronologis kejadian sebagaimana terekam CCTV. Ia tidak menutup-nutupi, justru berusaha menceritakan secara apa adanya, meski dalam hatinya ia sadar bahwa penanganan malam itu mungkin belum sepenuhnya bisa memuaskan keluarga. “Kami ceritakan kondisi fakta di lokasi kejadian dan meminta maaf kepada keluarga jika ada penanganan yang dianggap belum maksimal,” ucapnya, menegaskan bahwa pihaknya ingin keluarga mengetahui keseluruhan peristiwa tanpa rekayasa.
Rekaman CCTV menunjukkan korban datang bersama rekannya dan memilih duduk di salah satu sofa. Suasana awalnya tampak wajar, bahkan tenang. Namun menjelang waktu tutup, keduanya terlihat terlibat percekcokan hingga berujung adu fisik. Dalam momen yang berlangsung begitu cepat, korban terpeleset dan kepalanya membentur sudut meja. Benturan inilah yang membuatnya mengalami luka serius dan akhirnya meninggal setelah mendapat penanganan medis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Wahyu turut menjelaskan alasan mengapa korban tidak langsung dibawa ke rumah sakit. Menurutnya, kondisi korban yang berlumuran darah membuat para karyawan panik dan takut bertindak sembarangan. Mereka khawatir langkah yang tidak tepat justru memperburuk keadaan. “Karyawan kami agak panik dan khawatir berakibat fatal terhadap korban. Namun kami tetap melakukan upaya dengan mencari pertolongan medis dan mencari ambulans,” ujarnya, menegaskan bahwa mereka tetap berusaha semampunya di tengah situasi yang mencekam.
Manajemen Ibiza Club berharap keluarga diberi kekuatan menghadapi cobaan berat ini. Sementara pihak Ibiza Club juga berkomitmen mendukung sepenuhnya proses hukum yang berjalan agar kejadian tragis tersebut dapat terungkap dengan seterang-terangnya. (arf/tit)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1629)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2072)
- Plesir (30)
- Peristiwa (489)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2102)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1539)
- Jawa Timur (16671)
- Weekend (25)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (302)
- Catatan Metro (207)
- Opini (183)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (15)
- Surabaya (2806)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (760)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (4)
- Event & Promo (15)
- Giat Prajurit (25)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (228)
- Hukum (29)
