Bunda Genre Mojokerto Dorong Generasi Muda Pahami Bahaya Rokok dan Stunting
- Posting Oleh indra
- Minggu, 09 Agustus 2026 13:08
Mojokerto(BM) - Bunda Genre Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa, mendorong generasi muda untuk lebih memahami bahaya rokok dan anemia sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran remaja agar menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Kegiatan Program Remaja Sehat Cegah Rokok dan Anemia (Praja Satria) yang digelar di MA Al-Islamy Sedati, Kecamatan Ngoro, akhir pekan kemarin, diawali dengan senam pagi bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai bahaya rokok, pencegahan anemia, pemenuhan gizi, serta kaitannya dengan upaya pencegahan stunting.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda Genre menekankan, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab ketika anak telah memasuki usia balita. Upaya tersebut perlu dilakukan sejak masa remaja melalui pemenuhan gizi seimbang, pencegahan anemia, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari paparan asap rokok. "Pencegahan stunting harus kita mulai sejak remaja. Karena remaja hari ini adalah calon orang tua di masa depan. Maka, mereka harus memahami pentingnya gizi dan juga bahaya rokok, baik bagi dirinya maupun bagi lingkungan di sekitarnya," ujar Bunda Genre yang akrab disapa Bunda Hana.
Menurut Bunda Hana, rokok tidak hanya berdampak terhadap kesehatan perokok aktif, tetapi juga memberikan risiko bagi anak dan anggota keluarga yang terpapar asap rokok. Bahkan, paparan asap rokok menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan stunting. Asap rokok dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan anak. Di sisi lain, kebiasaan merokok dalam keluarga juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga, ketika pengeluaran yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan pangan bergizi justru digunakan untuk membeli rokok.
"Ketika orang tua merokok, yang terdampak bukan hanya dirinya. Anak juga bisa menjadi perokok pasif. Karena itu, kita ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan rumah dan lingkungan yang bebas asap rokok merupakan bagian dari upaya melindungi tumbuh kembang anak," jelasnya.(ina/dra)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1627)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2001)
- Plesir (30)
- Peristiwa (484)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2097)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1513)
- Jawa Timur (16559)
- Weekend (25)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (299)
- Catatan Metro (207)
- Opini (176)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2788)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (3)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (212)
- Hukum (28)
