Mode Gelap
Image
Minggu, 13 September 2026
Logo

Dipimpin KSPN Lido, Ratusan Bintara Polri Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis Untuk Warga

Dipimpin KSPN Lido, Ratusan Bintara Polri Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis Untuk Warga
Sejumlah calon Bintara Polri saat berkunjug ke rumah warga untuk salurkan bantuan

BOGOR (BM) - Sebanyak 774 calon Bintara Polri yang menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya di Lido, Kabupaten Bogor, diajak terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut dikemas melalui program penyaluran bantuan sembako kepada 10 warga kurang mampu yang tinggal di sekitar lingkungan SPN.

Dalam pelaksanaannya, pihak SPN turut menggandeng pengurus lingkungan setempat agar bantuan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol Abdul Waras mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter para siswa selama menjalani pendidikan.

Menurutnya, calon anggota Polri tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang nantinya mereka layani.

“Tujuannya untuk menumbuhkan kepedulian sosial mereka nanti pada saat di lapangan,” ungkap Abdul Waras.

Selain pembagian sembako, SPN Polda Metro Jaya memberikan akses pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat melalui poliklinik yang berada di lingkungan lembaga pendidikan tersebut.

Fasilitas kesehatan itu dibuka agar keberadaan SPN tidak hanya memberikan manfaat bagi para siswa dan personel, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Abdul Waras menyampaikan, kegiatan sosial tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan Jumat Berkah.

Program serupa akan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan warga di lingkungan sekitar SPN.

Salah satu bentuk bantuan yang disiapkan adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.

Ia menilai pembentukan karakter calon polisi harus dilakukan secara menyeluruh.

Pendidikan yang diberikan kepada siswa, kata dia, tidak cukup sebatas pengetahuan dan keterampilan kepolisian, tetapi juga perlu diimbangi dengan kesadaran untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. “Jangan sampai menjadi beban,” jelasnya.

Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, para siswa diharapkan terbiasa berinteraksi dengan warga sejak masih berada dalam masa pendidikan.

Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal ketika mereka nantinya ditempatkan dan menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Abdul Waras berharap kegiatan sosial yang melibatkan para calon Bintara dapat menumbuhkan semangat pengabdian sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

SPN Polda Metro Jaya sendiri merupakan lembaga pendidikan yang menjadi tempat pembentukan calon Bintara Polri.

Para siswa menjalani pendidikan sekitar lima bulan sebelum menyelesaikan proses pembelajaran dan kemudian ditugaskan sebagai Bintara Polri.

Menurut Abdul Waras, program Jumat Berkah juga menjadi bentuk perhatian SPN terhadap kondisi masyarakat di sekitar kawasan pendidikan.

Pelaksanaan kegiatan akan terus dievaluasi berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Dengan begitu, bantuan yang disalurkan diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin atau seremonial, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan warga yang berada di sekitar lingkungan SPN Polda Metro Jaya. (sef)

Komentar / Jawab Dari