Mode Gelap
Image
Sabtu, 08 Agustus 2026
Logo

TAK TEPATI JANJI BELI TIMAH, KANTOR PT TIMAH DI BELITUNG TIMUR DIBAKAR MASSA: BAGAIMANA NASIB KESEPAKATAN DENGAN WARGA?

TAK TEPATI JANJI BELI TIMAH, KANTOR PT TIMAH DI BELITUNG TIMUR DIBAKAR MASSA: BAGAIMANA NASIB KESEPAKATAN DENGAN WARGA?
Tak Tepati Janji, Kantor PT Timah Belitung Timur Dibakar Massa Penambang

BELITUNG TIMUR beritametro.id – Amuk massa yang dipicu rasa kekecewaan mendalam meletus di Kantor PT Timah, Belitung Timur. Gedung kantor perusahaan tambang milik negara tersebut hangus dibakar warga penambang lokal pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB usai audiasi yang tak memuaskan.

Aksi nekat ini meledak setelah ribuan penambang merasa dipermainkan dan tidak kunjung mendapatkan kepastian solusi atas komitmen pembelian hasil tambang dari pihak perusahaan.

Jeritan Mak Da dan Puncak Kemarahan Penambang

Sebelum api melahap bangunan, situasi di luar kantor telah memanas. Salah seorang perwakilan warga yang akrab disapa Mak Da menaiki mobil bak terbuka sembari menggenggam pengeras suara guna menyuarakan jeritan ribuan penambang yang sudah tak tahan menanggung janji manis perusahaan.

Dengan nada tinggi dan emosi membuncah, Mak Da mencecar komitmen pihak manajemen di hadapan lautan massa.

"Mana janji kalian? Mana janji yang katanya mau buka delapan stasiun?" teriak Mak Da penuh amarah.

Ia membeberkan penderitaan para penambang lokal yang telah lelah mengantre berjam-jam di bawah terik matahari, namun tetap gagal menjual hasil keringat mereka. Di akhir orasinya, Mak Da menegaskan bahwa massa tidak akan bergeser sebelum direksi atau petinggi perusahaan memberikan jawaban pasti.

Petinggi Keamanan Janjikan Pos Pembelian dan Harga Rp170 Ribu

Melihat kobaran api dan amuk kerumunan yang kian tak terkendali pasca-kebakaran gedung, seorang pria yang mengaku sebagai Wakil Kepala Divisi Pengamanan PT Timah akhirnya memberanikan diri maju ke hadapan massa guna meredam situasi.

Di hadapan ribuan warga yang emosi, pihak pengamanan berjanji akan segera membuka seluruh 8 pos pembelian timah pada sore harinya—setelah sebelumnya dilaporkan warga hanya 3 pos yang beroperasi. Selain itu, ia melontarkan janji bahwa timah milik warga akan dibeli dengan harga Rp170.000 per kilogram.

Akankah janji pembukaan pos dan harga baru tersebut benar-benar direalisasikan sore ini, ataukah aksi unjuk rasa susulan akan kembali bergolak jika komitmen tersebut kembali diingkari? Aparat keamanan kini disiagakan penuh di sekitar area tambang dan lokasi kejadian.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari