KASUS KERACUNAN MASSAL SANTRI MANBA’UL HIKAM, KEPALA SPPG KALITENGAH RAFLI RIDHO SAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF TERBUKA
- Posting Oleh dicky
- Rabu, 02 September 2026 17:09
SIDOARJO beritametro.id – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rafli Ridho, akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Langkah ini diambil menyusul insiden darurat kesehatan berupa dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Tanggulangin, pada Selasa (1/9/2026).
Peristiwa tersebut bermula ketika ratusan santri dan santriwati mendadak mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing hebat setelah menyantap paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari dapur SPPG Kalitengah. Lonjakan korban yang mencapai lebih dari seratus orang memaksa pihak pesantren bersama tim medis mengerahkan puluhan armada ambulans secara maraton untuk melarikan para santri ke sejumlah rumah sakit rujukan di Sidoarjo, seperti RSUD R.T. Notopuro, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, hingga RS Pusura Gelam.
Pernyataan dan Komitmen Tanggung Jawab Pengelola
Menanggapi musibah yang menyita perhatian publik luas tersebut, Rafli Ridho secara ksatria menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak pondok pesantren, para wali santri, serta seluruh korban yang terdampak akibat kelalaian dalam penyediaan menu makanan tersebut.
"Saya secara pribadi dan mewakili manajemen SPPG Kalitengah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam. Kami sangat menyesalkan kejadian ini," ujar Rafli Ridho dalam keterangannya.
Terkait proses produksi di dapur umum, Rafli mengungkapkan bahwa pihaknya berdalih seluruh rangkaian persiapan hingga memasak menu MBG pada hari tersebut telah dijalankan sesuai dengan alur operasional harian seperti biasa. Kendati demikian, ia menegaskan tidak akan lari dari tanggung jawab dan siap bersikap kooperatif penuh dalam mengikuti seluruh rangkaian proses investigasi yang saat ini tengah berjalan.
Langkah Penyelidikan dan Evaluasi Menyeluruh
Buntut dari insiden pelik ini, operasional dapur SPPG Kalitengah langsung dihentikan sementara (suspend) oleh Badan Gizi Nasional bersama unsur pemerintah daerah guna kepentingan penyelidikan mendalam.
Tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran kepolisian dari Polresta Sidoarjo juga telah bergerak cepat mengamankan sisa sampel makanan, air, serta bahan baku dari lokasi dapur untuk diuji secara laboratoris (forensik). Pengujian ini dilakukan guna memastikan jenis bakteri, zat kimia, atau kontaminan berbahaya yang memicu petaka keracunan massal tersebut, sekaligus menjadi bahan evaluasi total demi menjamin keamanan pangan program gizi anak ke depannya.(BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1628)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2016)
- Plesir (30)
- Peristiwa (487)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2097)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1519)
- Jawa Timur (16590)
- Weekend (25)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (301)
- Catatan Metro (207)
- Opini (177)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (15)
- Surabaya (2797)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (3)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (18)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (219)
- Hukum (28)
