DINASTI POLITIK TUMBANG, KPK RESMI TETAPKAN BUPATI SUKOHARJO ETIK SURYANI SEBAGAI TERSANGKA
- Posting Oleh dicky
- Sabtu, 11 Juli 2026 14:07
SURAKARTA BM – Sejarah baru penegakan hukum di wilayah Solo Raya tercipta. Dinasti politik di Kabupaten Sukoharjo seketika guncang setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan sang kepala daerah sebagai tersangka dalam pusaran kasus dugaan korupsi.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh lembaga antirasuah tersebut, berikut adalah nama-nama pejabat teras yang resmi menyandang status sebagai tersangka:
ETS (Etik Suryani, Bupati Sukoharjo)
RCH (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah / BPKAD Kabupaten Sukoharjo)
TRM (Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, yang juga dikenal sebagai orang kepercayaan Bupati)
Sebelum pengumuman resmi ini keluar, Bupati Sukoharjo Etik Suryani sempat menjalani serangkaian pemeriksaan intensif secara maraton di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Surakarta sejak terjaring operasi senyap tim penindakan KPK.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan sekira pukul 05.41 WIB, Etik Suryani akhirnya terlihat keluar dari pintu lobi Mapolresta Surakarta dengan pengawalan ketat petugas. Mengenakan setelan kemeja hitam-putih dipadukan dengan celana jins serta masker yang menutupi wajahnya, kader PDI Perjuangan ini berjalan cepat menghindari kerumunan awak media.
Tanpa memberikan sepatah kata pun terkait status hukumnya, Etik langsung diarahkan masuk ke dalam sebuah bus pariwisata yang telah bersiap tepat di depan lobi mapolres.
Begitu berada di dalam kabin, sang bupati memilih duduk di salah satu kursi penumpang dan langsung menutup rapat gorden jendela bus guna menghindari sorotan kamera. Tak lama berselang, bus pembawa rombongan tersangka bersama tim penindakan KPK tersebut langsung bergerak cepat meninggalkan lokasi menuju Jakarta untuk proses penahanan lebih lanjut di Gedung Merah Putih.
Langkah berani KPK dalam meruntuhkan gurita kekuasaan di daerah ini langsung memicu reaksi luas dari masyarakat yang menilai momen ini sebagai akhir dari sebuah dinasti politik di Sukoharjo.(BM/red/dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1974)
- Plesir (26)
- Peristiwa (471)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2064)
- Internasional (561)
- Sports (1998)
- Ekonomi (1495)
- Jawa Timur (16480)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (62)
- Lifestyle (294)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2766)
- Kriminal (121)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (34)
- Global (10)
- Pendidikan (210)
- Hukum (24)
