Mode Gelap
Image
Rabu, 03 Juni 2026
Logo
Aktifis Pemilu Ingatkan KPU dan Bawaslu, Tak Hamburkan Anggaran Negara di Pilkada 2024. Yoyok : Jangan Hedonis Hamburkan Uang Keringat Rakyat, Kami Akan Awasi
ilustrasi Pilkada 2024

Aktifis Pemilu Ingatkan KPU dan Bawaslu, Tak Hamburkan Anggaran Negara di Pilkada 2024. Yoyok : Jangan Hedonis Hamburkan Uang Keringat Rakyat, Kami Akan Awasi

SURABAYA (BM) – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sudah memasuki tahapan dan pastinya Pemilihan Kepala Daerah yang bersumber dari APBD yang bernilai milyaran dan trilyunan selalu menjadi sorotan publik. Aktifis pemilu minta KPU dan Bawaslu beserta jajarannya agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran Negara.

“Kami akan selalu mengawasi kinerja para penyelenggara baik KPU dan Bawaslu beserta jajarannya dalam setiap kinerja yang menggunakan uang Negara, itu uang keringat rakyat. Jika se sen pun diselewengkan kami akan laporkan, kami akan awasi,” tegas Joko Pujianto atau biasa akrab disapa Yoyok, Minggu (2/6/2024).

Yoyok mengatakan, belajar dari Pemilu 2024, anggaran negara terkuras dan hasilnya tak sesuai harapan dengan masih banyak ketimpanga terkait kinerja penyelenggara yang amburadul.

"Untuk mempersiapkan Pemilu dan Pemilihan serentak Tahun 2024 saja, KPU telah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar 76,6 Triliun Rupiah yang bersumber dari APBN dan 26,2 Triliun Rupiah dari APBD, atau total 102,8 Triliun Rupiah untuk 4 (empat) tahun anggaran 2022 sd 2025. Angka ini masih dianggap terlalu fantastis oleh berbagai pihak, ditengah kondisi keuangan Negara yang belum stabil mengatasi prioritas pembangunan nasional lainya,” ulasnya.

Dalam Pilkada ini, Yoyok mengingatkan bahwa dana hibah pilkada yang telah disetujui bersama pemerintah daerah seharusnya digunakan sebaik mungkin dan tidak dihambur-hamburkan untuk kegiatan yang bersifat hedonis. 

“Hemat uang rakyat, jangan budayakan di tempat mewah yang tidak dilihat masyarakat, ini uang rakyat bung, keringat masyarakat,” tandas aktifis pergerakan ini.

Yoyok mengingatkan jika adanya temuan uang Negara digunakan yang tidak semestinya dirinya bakal melaporkan pada pihak-pihak terkait dan tak tanggung-tanggung akan mencari oknum yang telah menggunakan anggaran rakyat.

“Jika tidak bisa diingatkan dibina ya dibinasakan okum-oknum yang hanya mementingkan kelompoknya tanpa mempertimbagkan penggunaan anggaran Negara yang baik untuk kebaikan masyarakat secara luas.” pungkasnya.

Komentar / Jawab Dari