Mode Gelap
Image
Sabtu, 18 April 2026
Logo
Antisipasi Penularan HMPV, Dinkes Kota Batu Imbau Masyarakat Pakai Masker 
Antisipati penularan Virus HMPV sejumlah warga mulai gunakan masker .(Gus)

Antisipasi Penularan HMPV, Dinkes Kota Batu Imbau Masyarakat Pakai Masker 

 

BATU (BM) - Antisipasi penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV) di Kota Batu, Dinas Kesehatan (Dinkes)  mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk kembali memperketat penerapan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampikan Kepala Dinas Kesehatan  Kota Batu Aditya Prasaja, Kamis (9/1/2025)."Imbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus HMPV, yang diketahui sebagai salah satu penyebab infeksi saluran pernapasan atas dan bawah,"ujarnya.

Ini ujar dia, pentingnya langkah preventif. Dia pun mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker di tempat umum, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan, terutama saat beraktivitas di ruang tertutup.

"Selain itu harus ada perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap infeksi HMPV, seperti bayi, anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit kronis atau komorbid," ungkapnya.

Lantas ungkap dia, kelompok dimaksud  diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas.

“Gejala HMPV bisa mirip dengan flu biasa, tetapi pada kelompok risiko tinggi, dampaknya bisa lebih parah hingga menyebabkan bronkhiolitis atau pneumonia. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting," paparnya.

Demikian, papar dia, Dinkes juga telah memulai kampanye edukasi kesehatan secara masif melalui berbagai platform media dan kegiatan lapangan.Kampanye ini mencakup langkah-langkah pencegahan seperti cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir.Menggunakan masker dengan benar, terutama di area publik atau saat sakit.

"Lalu,membersihkan permukaan benda yang sering disentuh secara berkala.Meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan olahraga teratur," tandasnya.

Selanjutnya,tandas dia,Dinkes juga bekerja sama dengan sekolah-sekolah, posyandu, serta komunitas masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang HMPV. 

"Virus ini menyebar melalui droplet atau percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak dengan permukaan yang terkontaminasi,serta kontak dekat dengan penderita," lanjutnya.

Kendati kebanyakan kasus HMPV bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya,kelompok risiko tinggi rentan mengalami komplikasi serius. Dalam kasus berat, pasien menurutnya memerlukan perawatan di rumah sakit, termasuk oksigen tambahan atau bantuan pernapasan," katanya.

"Untuk menghadapi potensi peningkatan kasus,Dinkes Kota Batu telah menginstruksikan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, untuk meningkatkan kesiapsiagaan," tambahnya.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan tentang penanganan HMPV. Ketersediaan obat dan alat kesehatan untuk menangani gejala infeksi. Penerapan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) yang ketat di fasilitas kesehatan.

"Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Dinkes juga menggandeng Dinas Pendidikan untuk menggalakkan penerapan protokol kesehatan di sekolah. Selain itu, tokoh masyarakat dan agama turut dilibatkan dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat," katanya.

Ini kata dia, kerjasama lintas sektor sangat penting untuk mengatasi penyebaran HMPV. Dengan kolaborasi yang baik, pihaknya optimis dapat meminimalkan dampak virus ini di Kota Batu.

Olehkarena itu,Aditya  meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan gejala penyakit pernapasan.Bagi yang mengalami batuk dan flu berat, masyarakat dianjurkan untuk isolasi mandiri, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

"Dengan langkah-langkah antisipasi yang komprehensif dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan penyebaran HMPV dapat dicegah, sehingga kesehatan masyarakat Kota Batu tetap terjaga," pungkasnya.(Gus)

 

Komentar / Jawab Dari