Mode Gelap
Image
Minggu, 17 Mei 2026
Logo
Baru Berdagang Dua Minggu, Barang Dagangannya Raib Dicuri, Pedagang di SWK Tandes Resah
Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kecamatan Tandes

Baru Berdagang Dua Minggu, Barang Dagangannya Raib Dicuri, Pedagang di SWK Tandes Resah

SURABAYA (BM) - Tidak semua Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang dibina Dinas Koperasi Pemkot Surabaya terjamin keamanannya, terutama bagi pedagang yang menempati lapaknya. Dua tahun lalu tepatnya 2021, pernah terjadi barang-barang pedagang SWK Tandes raib dicuri dan ditindaklanjuti, namun hanya terealisasi beberapa waktu saja.

Patut disayangkan, jelang akhir bulan Juni 2023, pedagang SWK Tandes kembali kehilangan sejumlah barang-barang dagangannya. Hal ini diakui salah satu pedagang di SWK Tandes, Evi, salah satu pedagang mie ayam, yang baru berdagang menempati lapaknya dua minggu di SWK Tandes, barangnya berupa dua LPG dicuri.

Ia mengeluh karena barang-barang dagangannya raib dicuri orang. Diduga kejadian raibnya barang dagangan ini terjadi dinihari.

"Meski barang yang diambil nilainya tidak seberapa, seperti beberapa LPG, namun teman dilapak nomor 11 malah kehilanga selain LPG juga blender dan kipas angin. Persoalannya bukan nominal harga barang yang hilang, namun rasa nyaman aman pedagang ini bagaimana tanggungjawab pengelola atau pengurus SWK” ujarnya, Senin (3/7/2023).

Evi menambahkan, dirinya sudah melaporkan ke pengurus atau pengelola SWK, namun hanya dijanjikan akan meneruskan laporannya kepihak Kecamatan dan berjanji akan meminta bantuan pengadaan CCTV ke pihak terkait.

“Ya katanya akan meneruskan laporan saya ke Kecamatan serta pihak-pihak terkait dan meminta bantuan untuk soal cctv. Tapi sampai saat ini saya belum ada kepastian tindaklanjutnya” imbuhnya.

Yang membuatnya kecewa, dengan kejadian ini seolah pengurus dan pengelola lepas tangan terkait laporan kehilangan barang dagangannya. Dirinya di ping-pong katanya untuk ditindaklanjuti, hingga kini belum ada respon. Namun, Evi kekeh dirinya akan mengawal kasus raibnya barang-barannya sampai tuntas.

“Kemarin malah saya yang disalahkan pihak pengelola katanya hilangnya barang saya tanggungjawab saya. Ya saya jawab, kalau barang itu saya letakkan diluar dan hilang itu tanggungjawab saya, namun kalau barang saya kemudian saya letakkan di dalam lapak saya kunci, lalu hilang kan ini pasal pencurian karena sudah terkunci” nadanya kecewa.

Ia berharap ke depan Dinkop Surabaya memperhatikan kenyamanan dan keamanan para pedagang yang menempati SWK. Karena selama ini para pedagang juga rutin membayar kewajiban sewa.

"Kewajiban dan hak harusnya seimbang. Saya dan kawan-kawan pedagang ini juga membayar kewajiban setiap bulan 180 ribu. Tapi hak kami sebagai pedagang, paling tidak rasa aman dan nyaman kami berdagang bagaimana?," pungkas pedagang yang menempati lapak nomor 4 di SWK Tandes ini.

Sementara hal yang sama dialami Mahrus, pedagang jus dan makanan yang menempati lapak nomor 11 ini juga mengeluhkan ketidaknyamanan yang dialaminya, pasalnya, barangnya seperti blender yang setiap harinya untuk mengolah buah menjadi jus raib dicuri. Tak hanya itu, kipas angin dan LPG juga raib digondol maling.

“Laya mas gini mau gimana lagi, blender-ku beli 800 ribu hilang, padahal berguna setiap hari jika ada langgananku minta jus. Ya akhirnya beli lagi” ucapnya lirih.

sementara itu, Endang Ketua pengelola SWK Tandes, ketika dimintai keterangan menjelaskan, bahwa penggunaan Rp 180 ribu dari pedagang itu untuk operasional.

"Ya untuk bayar listrik, air atau untuk teknis jika ada kerusakan-kerusakan. intinya untuk operasional" terangnya. 

Sekadar diketahui, Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tandes adalah salah satu dari SWK binaan dinkop yang tersebar di Surabaya saat ini. SWK Tandes terletak persis diberdampingan dengan Halaman Kecamatan Tandes, yang notabene justru terjamin akan keamanan dan kenyamanannya.

Selain itu, keberadaan SWK Tandes sangat strategis di antara jalan raya yang menghubungkan pusat pergudangan Margomulyo dan jalan pengubung perbatasan Surabaya Gresik. 

Komentar / Jawab Dari