Mode Gelap
Image
Sabtu, 14 Maret 2026
Logo
Bawaslu Kota Batu Luncurkan Buku Hasil Kerja AdHoc Pemilu 2024 
Saat giat launching buku pengawas AdHoc Pemilu Kota Batu 2024, di Golden Tulip Holand Resort Kota Batu.(Gus)

Bawaslu Kota Batu Luncurkan Buku Hasil Kerja AdHoc Pemilu 2024 

 

BATU (BM) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu ,launching buku pengawasan AdHoc pemilihan umum 2024, di Golden Tulip Holand Resort Batu, Minggu ( 22 /12/2024).

Buku dimaksud merupakan apresiasi Bawaslu Kota Batu kepada pengawas AdHoc Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, mengucapkan kinerja mereka dalam sebuah buku.

Ketua Bawaslu Kota Batu Supriyanto menyebut segala upaya dan kinerja para pengawas pemilu dari berbagai tingkat, diabadikan dalam sebuah karya tulis, dari tiga level.

"Panwascam,PKD dan pengawas TPS, bersifat AdHoc sementara.Masa kerja mereka hanya pada saat pemilu saja.

Data - data tentang pengawas AdHoc perlu diabadikan dan dikenang.Baik itu data seleksi,data jumlah,data jenis kelamin,dan data tentang pendidikan mereka," papar Supriyanto, Minggu (22/12/2024).

Demikian papar dia,data - data kinerja mereka perlu diabadikan dalam sebuah buku.Mereka kata dia, merupakan garda terdepan dalam melakukan pengawasan pemilu. Bahwa mereka orang - orang yang bersentuhan langsung dengan subyek - subyek ataupun pelaku dalam pemilu.

"Kami memberikan penghargaan dan apresiasi melalui buku bagi pengawas AdHoc Pemilu 2024 sebanyak 200 eksemplar buku.Mereka merupakan pengawal demokrasi harus diabadikan, ini buku khusus dokumentasi peran pengawas Pemilu terbit perdana," katanya.

Ini kata dia,peran para pengawal demokrasi yang tergabung dalam pengawas pemilu,mulai dari tingkat desa hingga nasional, diabadikan dalam sebuah buku dokumentasi.Buku ini menurut dia, merupakan hasil inisiatif nasional untuk merekam perjuangan dan kontribusi mereka dalam menjaga suara rakyat selama proses pemilu berlangsung.

“Selama ini, peran pengawal tersebut belum pernah didokumentasikan secara khusus. Padahal, mereka adalah ujung tombak dalam menjaga proses demokrasi, mulai dari pengawasan di TPS, kampanye, hingga rekapitulasi suara di berbagai tingkat,” tegasnya.

Itu tegas dia,buku masih dalam tahap pencetakan ini memuat berbagai aspek tentang tugas dan tantangan pengawas pemilu. Mulai dari proses seleksi, pelaksanaan pengawasan di lapangan, hingga kendala-kendala yang dihadapi.

“Buku ini kami harapkan dapat memberikan rasa bangga kepada para pengawas setro atas peran mereka yang tidak bisa diremehkan. Ini juga menjadi referensi bagi masyarakat untuk memahami kerja keras di balik pengawalan demokrasi,” lanjutnya.

Buku dimaksud juga menampilkan data penting seperti temuan-temuan pelanggaran selama kampanye, jumlah rekomendasi yang diberikan kepada KPU, serta berbagai inovasi dan solusi yang dilakukan untuk memastikan pemilu berjalan lancar. Sisi lain Supriyanto menyebut bahwa proses penyusunan buku ini, dibantu Mahasiswa.

"Proses penyusunan buku ini melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah untuk membantu dalam pengumpulan data, pengeditan, hingga tata letak. Seluruh data dikumpulkan selama tiga bulan, mencakup pengalaman dan hasil kerja pengawas pemilu dari berbagai tingkatan," tandasnya.

Secara keseluruhan, tandas dia, tulisan ini disusun oleh dirinya, tetapi dibantu oleh teman-teman mahasiswa untuk editing dan layout grafis.

"Ini adalah kerja kolaborasi yang luar biasa.Buku ini,rencananya didistribusikan kepada sejumlah instansi. Sebanyak 200 eksemplar buku akan dicetak untuk tahap awal, dengan fokus distribusi di tingkat lokal, termasuk perpustakaan," jelasnya.

Olehkarena itu, jelas dia, bahwa buku ini bukan hanya dokumentasi, tetapi juga harapan untuk meningkatkan apresiasi terhadap pengawas pemilu.

"Selain memberikan rasa bangga bagi para pengawal demokrasi, buku ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kerja-kerja di balik layar yang menjaga suara rakyat.Melalui buku ini, kami ingin masyarakat tahu, bahwa pengawas pemilu adalah garda terdepan dalam menjaga demokrasi. Ini menjadi warisan yang bisa dikenang dan dipelajari oleh generasi mendatang,” tutupnya.(Gus) 

 

Komentar / Jawab Dari