Mode Gelap
Image
Selasa, 21 April 2026
Logo
Bupati Mojokerto dan Gubernur Jatim Buka Kick-Off Harlah Kopri ke-58

Bupati Mojokerto dan Gubernur Jatim Buka Kick-Off Harlah Kopri ke-58

Mojokerto(BM)-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, membuka Kick Off Harlah (Hari lahir) Kopri (Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri) yang ke-58. Pembukaan atau peluncuran giat tersebut dilaksanakan Minggu (2/11) di Universitas KH. Abdul Chalim Kecamatan Pacet.
Didampingi Kyai Asep Saifuddin Chalim dan para pemuka agama islam yang lain, Gubernur Khofifah memberi semangat dan pesan kepada sub organisasi yang berada dalam naungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dirinya berpesan kepada para kader yang berfokus pada pemberdayaan perempuan itu agar selalu beristiqomah dalam menempa jalan keorganisasian.
"Kepada sahabat Kopri, pesan saya cuma satu Istiqomah, yang kedua istiqomah, yang ketiga istiqomah, agar tidak banyak membuang waktu," ucap Gubernur Khofifah. Ini dilontarkan oleh gubernur lantaran dirinya beranggapan bahwa untuk menghadapi bonus demografi dan Indonesia Emas 20245, Kopri diharapkan mampu menjadi salah satu penyumbang role model atau panutan bagi para pelajar atau mahasiswi di Indonesia.
"Saya ingin sahabat Kopri bisa menyiapkan diri sebaik mungkin, 2045 itu tidak lama, sahabat semua bisa menjadi salah satu role model (tentang) bagaimana menyiapkan kepemimpinan melalui Kor-PMII Putri," pesannya.Seiring dengan Gubernur Jatim Khofifah, Bupati Muhammad Albarra berpesan kepada para mahasiswi yang turut serta pada keorganisasian agama islam itu. Ia berharap agar kedepannya mereka mampu menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dan berjiwa sosial, layaknya para ratu Kerajaan Majapahit di masa lampau.
"Kami berharap Kopri menjadi penerus semangat para ratu Majapahit dalam wajah modern, perempuan yang tangguh, terdidik, berjiwa sosial dan berkomitmen terhadap keadilan," tutur Bupati. Di Kabupaten Mojokerto sendiri, mengenai pemberdayaan perempuan dan ibu rumah tangga sudah mulai digalakkan semenjak pertama Muhammad Albarraa dilantik sebagai bupati. Melalui program Perempuan Berkarya yang dilaksanakan oleh Bupati dan Mas Wakil Bupati Mojokerto, Pemkab Mojokerto semakin intens dalam memajukan dan menguatkan golongan para perempuan di Bumi Majapahit pada sisi ekonomi.
"Beberapa kebijakan yang kami luncurkan salah satunya yaitu Perempuan Berkarya dimana kami melibatkan IKM untuk memberi pelatihan, tidak hanya pelatihan tapi juga kita beri modal usaha untuk meningkatkan penghasilan keluarga," beber Bupati di hadapan para mahasiswa Kader PMII. Setelah prosesi kick-off dan peluncuran logo Harlah Kopri yang ke 58 itu, Gubernur Khofifah melaksanakan Peninjauan Kampung Terpadu, dalam konteks Kunjungan Lapang Gubernur Jawa Timur. Beberapa titik yang ditinjau berada di Desa Kepuhanyar Kecamatan Mojoanyar.
Lokasi pertama bertempat di RTH, disana Gubernur Jatim melakukan peninjauan fasilitas pemukiman seperti, SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum), MCK dan Pos Kamling. Peninjauan berlanjut di titik kedua, yaitu lokasi pedestrian dan zona selfie, disana dilakukan peninjauan area ramah pejalan kaki dan spot foto warga yang merupakan usaha dari penataan beautifikasi (proses memperindah) kawasan. Berlanjut di lokasi ketiga yaitu di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Ibu Khoiron Asnah, yang juga sekaligus meninjau septik komunal yang kedua, sistem komunal sendiri ialah tempat pengolahan limbah cair bersama untuk beberapa rumah dalam satu lingkungan. Untuk titik keempat Gubernur dan Gus Bupati, meninjau jalan lingkungan dan drainase serta mengunjungi RTLH yang lain di kediaman Bapak Tohari.
Giat peninjauan tersebut ditutup dengan pengecekan fasilitas sanitasi lingkungan. Kedepannya setelah giat peninjauan ini, beberapa titik termasuk yang telah ditinjau diatas akan dilakukan tindak lanjut berupa pembangunan, pemeliharaan, dan  renovasi. Upaya tindak lanjut tersebut rencananya akan digelar secara kolaboratif antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Mojokerto dengan turut menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Rencana awal menyebut bahwa Pemprov Jatim menganggarkan dana sebesar Rp 13miliar dan Pemkab Mojokerto sebesar Rp 2 milyar. Sedangkan untuk Baznas menganggarkan sebesar Rp 100 juta(ina)

 

Komentar / Jawab Dari