Mode Gelap
Image
Senin, 20 April 2026
Logo
Caleg Gagal Kecewa Usai Pemilu, Psikolog Politik Sarankan Tiga Hal. Begini Sarannya
Andik Matulessy, Dosen Psikologi UNTAG Surabaya

Caleg Gagal Kecewa Usai Pemilu, Psikolog Politik Sarankan Tiga Hal. Begini Sarannya

SURABAYA (BM) - Coblosan pada 14 Februari lalu merupakan pintu harapan untuk duduk dikursi empuk sebagai anggota DPR baik Pusat maupun daerah. Namun setelah hasil rekapitulasi perolehan suara terkumpul yakin tidak semua caleg merasakan kebahagiaan, malah bisa bagi yang gagal dan alami kekecewaan, stres usai Pemilu 2024.

Andik Matulessy, Dosen Psikologi UNTAG Surabaya, menjelaskan, konstelasi politik nasional yang penuh kejutan dan ketidakjelasan akan memberikan dampak pada kondisi mental para caleg.

"Banyak prediksi jumlah suara yang tidak sesuai harapan, adanya silent voters yang baru menentukan suara saat hari H membuat sulit memprediksi jumlah suara yang didapatkan," ulas pria yang juga sebagai Ketua Umum PP HIMPSI, Minggu (18/2/2024).

Menurutnya kesejangan harapan dan kenyataan itu meningkatkan stress pada para caleg yang apabila tidak segera mendapatkan penanganan psikologis akan menyebabkan depresi dan gangguan mental yang lebih akut.

"1. Setiap bertanding harus menyiapkan diri dengan semua kemungkinan, kalah atau menang, 2. Perlu dukungan dari keluarga saat menghadapi kekalahan, tidak kemudian malah menyalahkan, dan 3. Kalau memang tidak mampu lagi menghadapi tekanan atau stres, segera menghubungi psikolog," saran tegasnya.

Langkah berikutnya berbicara dengan keluarga, teman, dan pendukung politik setelah pemilu dapat membantu melepaskan tekanan dan mendapatkan dukungan emosional yang diperlukan.

"Hal terpenting adalah menetapkan prioritas dan fokus pada hal yang dapat dikendalikan, seperti melanjutkan karier atau mengembangkan keterampilan baru. Dengan begitu, para caleg dapat mengalihkan perhatian dari kegagalan politik dan bergerak maju dengan semangat baru," pungkasnya.

Komentar / Jawab Dari