DAIKIN Renovasi Balai Warga Kampung Ketandan
- Posting Oleh indra
- Minggu, 14 Desember 2025 14:12
Surabaya(BM)-PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) meresmikan pembukaan kembali Balai Warga RW 04 Kampung Ketandan, Surabaya, kemarin. Peresmian ini dilakukan bertepatan dengan selesainya renovasi balai serbaguna untuk warga yang merupakan hasil kolaborasi penelitian antara DAIKIN, Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University Jepang, dan Operations for Habitat Studies (OHS).
Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia menyampaikan bahwa renovasi ini bertujuan untuk membuat sebuah balai warga yang dapat menjadi ruang aman bagi warga saat menghadapi kondisi cuaca panas ekstrem. “Kami ingin menghadirkan contoh nyata desain ruang publik yang dapat membantu masyarakat beradaptasi menghadapi perubahan iklim,” ujarnya saat memberikan sambutan pada peresmian balai warga tersebut.
Proyek renovasi Balai Warga RW 04 Kampung Ketandan di Surabaya ini merupakan bagian besar dari kerjasama riset antara DAIKIN dengan CSEAS Kyoto University yang dimulai sejak tahun 2021 lalu. Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan teknik pendinginan yang sesuai dengan jenis bangunan dan pola penggunaan AC masyarakat di belahan Asia Tenggara saat menghadapi kenaikan suhu ekstrem. Balai Warga RW 04 Ketandan sendiri dipilih oleh DAIKIN berdasarkan dua pertimbangan besar. Pertama, karena lokasinya berada di Surabaya yang dianggap memiliki suhu panas tinggi, serta kedua, dikarenakan keaktifan penggunaan balai warga ini bagi kegiatan masyarakat sekitar sehingga ideal sebagai lokasi studi penerapan mitigasi panas.
Sejalan dengan tujuannya, renovasi dilakukan dengan menggabungkan teknologi pendinginan pasif dan pendinginan aktif. Pendinginan pasif diantaranya terimplementasi pada rancangan penempatan berbagai ventilasi dan peninggian atap untuk mengalirkan udara sejuk dari luar ke seluruh ruangan sekaligus mengkondisikan udara panas ke bagian atas balai warga tersebut. Sebagai bagian untuk menciptakan sirkulasi udara lebih baik, peninggian atap ini didukung dengan penempatan exhaust untuk mendorong udara panas keluar ruangan. “Sirkulasi udara lebih baik ini bertujuan untuk membuat balai warga tetap nyaman meskipun tanpa bantuan teknologi pendinginan,” tambah Budi Mulia.
Disisi lain, renovasi dengan pendinginan aktif dilakukan melalui instalasi AC DAIKIN pada dua ruang di dalam balai warga tersebut. Keberadaan AC ini dirancang mampu menyejukkan masing-masing ruang berkapasitas empat hingga delapan orang tersebut. Lebih lanjut, ruangan ini pun dirancang untuk dapat disatukan bagi kegiatan warga yang membutuhkan area lebih besar.
Masih sejalan dengan hal tersebut, menurut Budi Mulia, DAIKIN juga merancang kedua ruangan ini sebagai bagian riset langsung perbedaan penggunaan energi antara AC inverter dan non inverter. Melalui pemasangan dua jenis AC dengan kapasitas pendinginan yang sama pada masing-masing ruang, pemantauan dilakukan dengan mengatur penggunaannya untuk aktif bergantian selama periode tertentu.
Menariknya, meski ruang balai warga dapat digunakan secara gratis, renovasi ini menerapkan sistem pemesanan berbayar khusus bagi warga yang ingin menyalakan AC untuk menyejukkan ruangan. Melalui aplikasi yang disediakan, warga dapat memilih durasi penggunaan AC dan melakukan pembayaran secara mandiri. “Dana yang terkumpul akan menjadi kas RW untuk biaya listrik dan perawatan AC. Ini kami rancang agar operasional balai warga dapat berjalan berkelanjutan,” jelas Budi Mulia.
Peresmian ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas lembaga yang terjalin. Emil menilai renovasi ini bukan hanya berhasil menghadirkan ruang publik yang lebih relevan dalam menghadapi perubahan iklim, tetapi juga membuka peluang baru bagi warga Ketandan untuk memanfaatkan balai warga sebagai ruang komunal yang menampilkan karya seni maupun produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Dirinya juga menyoroti sistem prabayar penggunaan AC sebagai inovasi yang mencerminkan nilai gotong-royong. Menurutnya, mekanisme tersebut memungkinkan warga turut berperan aktif menjaga keberlanjutan operasional balai warga. Sejalan dengan semangat DAIKIN dalam menghadirkan solusi tata udara yang berkelanjutan bagi masyarakat, Emil berharap Balai Warga RW 04 Ketandan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan ruang publik yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. “Kami berharap balai warga ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak komunitas di daerah lain,” ujar Emil. (ina)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1851)
- Plesir (26)
- Peristiwa (462)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2027)
- Internasional (560)
- Sports (1991)
- Ekonomi (1449)
- Jawa Timur (16272)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (283)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2730)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (758)
- tausiyah (36)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (9)
- Giat Prajurit (12)
- Wisata (31)
- Global (10)
- Pendidikan (193)
- Hukum (23)
