Desa Gajahbendo Siap Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
- Posting Oleh Adim
- Jumat, 07 Februari 2025 17:02
PASURUAN (BM) - Bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui ketahanan pangan, Pemerintah Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan memilih budidaya unggas.
Bebek jenis peking, menjadi pilihan kelompok masyarakat Desa Gajahbendo karena dikenal masyarakat dengan dagingnya yang lezat dan empuk. Bebek ini juga sangat populer dikalangan para peternak untuk di budidaya.
Tak hanya itu, masyarakat juga memperhitungkan segi pakan yang sangat mudah didapat, harga pakan yang murah, bebek juga tergolong hewan yang sangat cepat dalam pertumbuhannya.
Kepala Desa Gajahbendo, Teguh Suharto mengatakan, bahwa budidaya atau pembesaran bebek pedaging ini dirasa sangat menguntungkan dikarenakan harga jual yang stabil dan perawatan hingga usia panen yang singkat.
"Kita membeli bibit yang berumur kisaran 7 hari dan kita besarkan kurang lebih dalam waktu 35 hari bebek sudah bisa dipanen. Pakan juga mudah, murah dan bebek juga gampang untuk dibudidayakan," jelas Teguh Suharto.
Dalam budidaya bebek yang dijalankan, pemdes Gajahbendo termasuk mendapat catatan keberhasilan. Pasalnya, bebek kali ini adalah bibit kedua sesudah bibit pertama sudah berhasil dipanen.
Didirikan di tanah kas desa (TKD) seluas 200 meter persegi, kandang bebek yang berkapasitas ratusan ekor tersebut akan ditambah kapasitasnya jika bibit kedua berhasil hingga panen kembali.
Dari segi harga, bebek peking yang sudah siap dipanen memiliki harga yang cukup atabil dan tinggi, yakni dari harga Rp. 23.000 hingga Rp. 24.000 perkilonya.
Tak hanya budidaya bebek, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui ketahanan pangan, pemerintah Desa Gajahbendo juga akan merambah budidaya dibidang pertanian dan perikanan.
Nantinya, Pemdes Gajahbendo akan merambah kebidang pertanian bawang merah, peternakan bebek pedaging dan perikanan air tawar jenis nila.
"Saat musyawarah yang bertemakan Desa Tematik untuk memperkuat perekonomian melalui ketahanan pangan, akhirnya memilih 3 gagasan yang dirasa dapat menguntungkan dalam bidang peternakan, pertanian dan perikanan," imbuh Teguh Suharto.
Untuk hal pekerja, pihak desa tidak kebingungan, dikarenakan Pemdes Gajahbendo memberdayakan para pemuda yang belum bekerja untuk merawat peternakan yang dinaungi oleh kelompok masyarakat ini.
Tak sembarangan dalam menjalankan program ketahanan pangan, Bumdes "Gajah Jaya Makmur" Desa Gajahbendo bahkan sudah berbadan hukum yang tercatat di Kemenkumham RI sejak tahun 2022 lalu.
"Kita merangkul pemuda atau warga yang belum memiliki pekerjaan agar dapat kesibukan dan dapat penghasilan," tutup Kepala Desa Gajahbendo.
Untuk perlu diketahui, pemerintah Desa Gajahbendo mendirikan kelompok masyarakat supaya dapat merangkul para warga atau pemuda yang belum bekerja agar mendapat kesibukan dan penghasilan.
(dim)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1900)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2028)
- Internasional (560)
- Sports (1991)
- Ekonomi (1457)
- Jawa Timur (16376)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2739)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (36)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (14)
- Wisata (32)
- Global (10)
- Pendidikan (200)
- Hukum (23)
