Mode Gelap
Image
Rabu, 13 Mei 2026
Logo

Dump Truk Tabrak Atap Plaza Gardu GT Banyu Urip Surabaya–Gempol, Tak Ada Korban Jiwa.

Dump Truk Tabrak Atap Plaza Gardu GT Banyu Urip Surabaya–Gempol, Tak Ada Korban Jiwa.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan penanganan dan proses pemulihan operasional.

SURABAYA (BM) - Setelah insiden dump truk yang menabrak atap plaza gardu Gerbang Tol (GT) Banyu Urip di Ruas Tol Surabaya–Gempol pada Kamis malam (6/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) segera melakukan penanganan dan proses pemulihan operasional.

Senior Manager Representative Office 3 Ruas Tol Surabaya-Gempol Agus Susilo menjelaskan kejadian berdasarkan laporan petugas di lapangan, “Insiden ini melibatkan sebuah dump truk (KR) berdasarkan keterangan petugas, KR bergerak menuju exit tol, namun saat berada tepat di bawah Atap Gerbang Tol, bagian belakang dump truk tersebut terbuka dan menabrak atap yang berada di atasnya, hal ini menyebabkan atap Gerbang Tol yang berada di atas tiga gardu tol yang sedang beroperasi mengalami kerusakan sehingga tidak dapat melayani transaksi,” tandas Agus.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami langsung menutup sementara GT Banyu Urip untuk memastikan keselamatan petugas dan pengguna jalan, serta melakukan pengecekan infrastruktur,” imbuh Agus.

Dari peristiwa ini, Representative Office 3 JTT segera melakukan proses evakuasi kendaraan, pembersihan. Pada saat evakuasi, atas diskresi kepolisian, gardu tol entrance di GT Banyu Urip ditutup sementara dan lalu lintas yang akan masuk dialihkan serta lalu lintas yang keluar dari GT Banyu Urip normal dengan memanfaatkan jalur terbatas, untuk menghindari adanya dampak gangguan berikutnya.

Sementara VP Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo menyampaikan, “Sampai dengan saat ini, atap gerbang tol terdampak masih dalam tahap perbaikan. Sebagai langkah percepatan perbaikan dan untuk menjaga layanan transaksi tetap berjalan, sejak pukul 03.20 layanan transaksi entrance GT Banyu Urip dapat dilakukan dengan menerapkan rekayasa lalu lintas detour serta disiagakan mobile reader sekaligus menurunkan petugas terutama untuk pengaturan lalu lintas di lapangan,” ujar Ria.

Ria melanjutkan, “JTT memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dalam proses perbaikan, kami terus berkolaborasi dengan seluruh instansi termasuk Kepolisian dalam memastikan kenyamanan kelancaran pengguna jalan,” pungkas Ria.

Komentar / Jawab Dari