Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo
Jaga Kondusifitas Tahapan Pemilu 2024, Aparat Gabungan Gelar Sispamkota dan Deklarasi Pemilu Damai
Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2023-2024.di Makodam V Brawijaya

Jaga Kondusifitas Tahapan Pemilu 2024, Aparat Gabungan Gelar Sispamkota dan Deklarasi Pemilu Damai

SURABAYA (BM) -  Menjelang Pemilu 2024, di Makodam V Brawijaya menggelar Simulasi Pengamanan Kota (Sispamkota) serta melakuka penandatanganan Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024' secara simbolis, dengan melibatkan kurang lebih 23 Ribu aparat gabungan mulai dari polisi, TNI, Satpol PP serta dinas terkait hingga regu Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2023-2024.

Dari pantauan, kegiatan tersebut, dalam rangka memberikan pengamanan Pemilu 2024. Di lokasi, terlihat berbagai simulasi dilakukan. Mulai dari proses menghalau demonstran, mengamankan pendemo yang anarkis dan mengamankan calon presiden dan calon wakil presiden 2024.

Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, Sispamkota dilakukan sebagai wujud untuk memperlihatkan kesiapan seluruh aparat bersama pihak terkait menyikapi isu-isu yang kemungkinan timbul saat tahapan pemilu.

"Jadi ini bentuk saat ekspresi kita dalam menjamin jalannya pemilu 2024 berjalan dengan aman," ujarnya, Selasa (17/10/2023).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, di Jatim tahun lalu ada 268 potensi konflik. Pada tahun ini tinggal empat potensi konflik. Menurut Toni, pemetaan potensi konflik akan terus dilakukan polisi bersama TNI dan jajaran terkait.

"Dari tahun lalu, ada 268 (titik kerawanan), sekarang sisa 4 saja dan pemetaan ini akan berlangsung setiap waktu karena eskalasi yang tidak bisa diprediksi," ungkapnya.

Toni memastikan intelijen kepolisian terus bergerak untuk mencari dan memetakan isu, serta kerawanan yang ada di masyarakat. Begitu juga dengan TNI dan pemerintah daerah. "Sehingga, kita bisa tahu isu yang kita hadapi," tegasnya.

Tak hanya itu sambung Toni, dari pihak TNI dan pemerintah daerah Jawa Timur, tentu juga melakukan pemetaan dan juga mendeteksi adanya isu – isu yang berpotensi mengganggu jalannya Pemilu kelak.

“Jadi dengan sinergitas kami, kolaborasi yang kami lakukan maka kitab isa tahu isu – isu yang harus dihadapi dan wilayah – wilayah mana saja yang perlu penebalan pengamanan,” imbuhnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh Masyarakat khususnya warga Jawa Timur untuk berpartisiapasi aktif dalam menjaga kondusifitas Jawa Timur terutama pada tahapan – tahapan Pemilu 2024.

“Beda pilihan boleh, namun persatuan dan kesatuan harus tetap kita kedepankan,”pungkas Irjen Toni Harmanto. 

Komentar / Jawab Dari