Mode Gelap
Image
Selasa, 21 April 2026
Logo
Jatim Park Group Raih Sertifikat Grade A Standar Rekreasi Indonesia    
Sertifikat Kesesuaian Usaha Pariwisata Jawa Timur Park 3 Kota Batu (Ist)

Jatim Park Group Raih Sertifikat Grade A Standar Rekreasi Indonesia   

BATU(BM)-Sambut Natal dan Tahun Baru 2025, Jatim Park Group meraih Sertifikat Grade A, Kesesuaian Taman Rekreasi Memenuhi Seluruh Kriteria Standar, Standar Rekreasi Indonesia (SRI). Perolehan Sertifikat dari Lintas Sertifindo Unggul ini, merupakan kredibilitas tempat wisata yang ditentukan banyak hal. Mulai dari fasilitas, sumber daya manusia, pelayanan, produk, sistem dan manajemen.Demikian tempat wisata tersebut dinyatakan aman, nyaman dan layak untuk dikunjungi.

Jatim Park Group merupakan salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia mendatangkan Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata,yakni Jatim Park Group mengajukan semua theme park untuk dilakukan sertifikasi selama kurang lebih sepekan hari. Dalam audit sertifikasi taman rekreasi Jatim Park Group ini, dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Usaha Lintas Sertifindo Unggul dipimpin Asesor LSU, Ihsan Averroes mulai 9 -16 Desember.Ia bersama Benny Benyamin.Seperti diketahui Lembaga Sertifikasi Usaha Lintas Sertifindo Unggul merupakan lembaga sertifikasi telah memiliki SK dari Kemenparekraf dan terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

"Ini tahun kali kedua kami melakukan audit terhadap Jatim Park Group. Tahun lalu, Jatim Park Group telah meraih sertifikasi Tempat Rekreasi Grade A. Untuk bisa meraih Grade A, dua tempat wisata itu telah dinyatakan memenuhi standar dengan 5 unsur penilaian meliputi aspek Fasilitas, Sumber Daya Manusia, Pelayanan, Produk dan Sistem Manajemen," papar Ihsan Jumat (13/12/2024) di Senyum Hotel Kota Batu.

Itu papar dia, untuk tahun pertama lalu tahun 2023 pihaknya melakukan audit terkait ada tidaknya 5 unsur penilaian. Menurutnya mulai dari produk, manajerial, sarpras, struktur organisasi hingga SDM telah dinyatakan lengkap dan memenuhi standar usaha. Termasuk dari aspek standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

"Untuk tahun kedua ini poin yang kami tekankan mengarah pada keselamatan dan perawatan wahana di Jatim Park Group. Contohnya saja di Jatim Park 3 kami turunkan ahli spesifikasi untuk melihat apakah wahana yang ada masih layak atau tidak untuk dioperasionalkan," katanya. Lantas kata dia, dari hasil audit yang dilakukan, ia menyebut tengah menemukan adanya perlu perbaikan atau maintenance untuk beberapa wahana.Olehkarena itu ,pihaknya mengeluarkan beberapa rekomendasi dan saran untuk dilakukan perbaikan di aspek dimaksud.

"Kami melihat adalah karat yang ada di beberapa wahana.Karat memang tidak bisa dipungkiri karena theme park milik Jatim Park Group, khususnya di Jatim Park 3 adalah outdoor.Sehingga kami berikan saran agar karat segera dihilangkan dengan menggunakan alat kimia tertentu," ungkapnya. Ini ungkap dia,dari aspek temuan tersebut, menurutnya bisa diperbaiki dalam tiga bulan ke depan.Dengan perbaikan tersebut,merupakan perbaikan masuk dalam kategori saran minor atau kecil."Artinya berbeda ketika ada temuan mayor seperti wahana permainan yang sudah tidak layak tapi masih tetap beroperasi akan menjadi temuan major yang harus dilakukan evaluasi dalam waktu enam bulan," tegasnya.

Dengan adanya saran tersebut, tegas dia, selama tiga bulan ke depan pihaknya akan kembali melakukan audit apakah ada perubahan SOP baru yang telah diterapkan dari temuan ruangan yang kurang rapi tersebut. Atau pihak Jatim Park Group melaporkan hasil perbaikan dengan foto dan video setelah perbaikan, untuk itu.

"Output dari sertifikasi ini untuk memastikan bahwa kredibilitas pengelola wisata dalam hal ini Jatim Park 3 dan BNS telah menjamin pelayanan dan kenyamanan pengunjung terjaga secara optimal. Dengan begitu, pengunjung akan merasa aman dan nyaman saat berwisata di Jatim Park Group," lanjutnya.Direktur Jatim Park 3, Suryo Widodo menyebut bahwa sertifikasi ini menjadi bagian dari komitmen JTP dalam memajukan industri pariwisata di Kota Batu.

"Tanpa sertifikasi, pengelola wisata tidak akan tahu dan belajar tentang manajemen pengelolaan wisata. Melalui sertifikasi ini, kita ada acuan dan standar tertentu terkait pelayanan hingga manajemen usaha pariwisata. Dimana manejemen mutu harus dipenuhi oleh pelaku wisata. Contohnya ketika ada wahana yang timbul karat akan segera kami perbaiki," kata Suryo.

Dengan sertifikasi yang dilakukan oleh Jatim Park Group, menurutnya pihaknya akan tahu apa kekurangan, dan  yang harus diperbaiki."Sehingga hal tersebut akan membuat Jatim Park Group terus belajar, berbenah dan jadi lebih baik dalam memberikan jasa pelayanan kepada wisatawan. Ibaratnya orang ada yang tidak bisa melihat kekurangannya sendiri," tambahnya.

Dengan adanya sertifikasi dari LSU yang telah memiliki SK dari Kemenparekraf dan terakreditasi KAN, pihaknya akan tahu apa kekurangan untuk kemudian diperbaiki. "Terlebih ini menjelang libur Nataru dan sebagai salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia harus bisa bersaing, tidak hanya wahana saja, tapi juga memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung," tandasnya. Lantas tandas dia, apa yang telah dilakukan Jatim Park Group menjadi komitmen dalam memenuhi standar usaha wisata.(gus)

 

Komentar / Jawab Dari