Mode Gelap
Image
Selasa, 21 April 2026
Logo
Kasus PMK di Situbondo Tak Pengaruhi Penjualan Daging Sapi
Pedagang daging sapi di Pasar Mimbaan Situbondo tidak mengalami penurunan penjualan meski terjadi wabah PMK. (BM/IST)

Kasus PMK di Situbondo Tak Pengaruhi Penjualan Daging Sapi

SITUBONDO (BM) - Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di Situbondo, tidak mempengaruhi omset para penjual daging sapi di pasar induk tradisional Mimbaan Situbondo, Rabu (15/1/2025).

Secara logika, masyarakat Situbondo tidak terpengaruh adanya PMK karena sampai saat ini pembelian daging tidak menurun dan tetap stabil.

Daging sapi masih diburu oleh konsumen dan pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk dijual kembali.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tingginya minat masyarakat pada daging sapi membuat para pedagang daging sapi di Pasar Mimbaan, menutup lapaknya sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Nyonya H. Jalil penjual daging di Pasar Mimbaan, mengaku memang sudah harus menutup lapaknya agak pagi karena stoknya sudah habis terjual. Salah seorang penjual daging, meski ada penurunan sejak adanya kasus PMK namun hal tersebut tidak berpengaruh di Situbondo.

"Kenapa tidak pengaruh, karena pedagang dan masyarakat percaya bahwa PMK hanya lewat di Situbondo," katanya mengutip dari Tribun.co.id.

Istri (H. Jalil) jagal sapi di Situbondo ini, juga mengaku para pembeli daging sapi juga tidak terpengaruh dan mereka tetap rutin membeli di lapaknya. "Misalnya seperti pedagang bakso dan sate, mereka langganan beli daging sapi," ucap Ny H. Jalil. (Sun)

Komentar / Jawab Dari