Oknum Pengasuh Ponpes di kecamatan Kapongan ke Polisi oleh kades di kecamatan belawan
- Posting Oleh Djoko
- Rabu, 20 Mei 2026 20:05
Situbondo,Berita Metro.id Seorang kepala Desa kecamatan Belawan,Kabupaten Bondowoso,Resmi melaporkan pengasuh Pondok pondok pesantren di wilayah kecamatan Kapongan ke Mapolres situbondo.Dengan Dugaan Membawa lari Putrinya yang merupakan salah satu santri dipondok pesantren tersebut.
Hal tersebut diDuga adanya skandal yang sangat serius.Hingga menyeret nama seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Situbondo,hal tersebut kini menjadi perhatian luas di publik
Sontak Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena sosok terlapor dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren sekaligus tokoh agama yang cukup disegani dan karismatik di wilayah Situbondo dan sekitarnya. Sosok yang selama ini dikenal memiliki pengaruh besar di lingkungan pendidikan keagamaan itu kini di terpa dugaan persoalan yang dinilai mencoreng marwah lembaga pesantren tersebut.
Dan terkait Laporan Aswito Tersebut pada Senin 18 Mei 2026 kemarin. Dalam laporan tersebut, Aswito menyebut seorang pengasuh pondok pesantren berinisial “YZ” yang berdomisili di Desa Kesambi Rampak, Kecamatan Kapongan, diduga kuat terlibat dalam hilangnya putrinya bernama Faizatur Rodiah alias Faiz.
Menurut Aswito pada awak media menuturkan,sebelum membuat laporan dugaan keterlibatan oknum pengasuh pesantren tersebut, dirinya lebih dulu melaporkan kehilangan putrinya ke Mapolres Situbondo pada Sabtu 16 Mei 2026.Dan melakukan penelusuran dan menemukan adanya komunikasi intens melalui WhatsApp putrinya dengan pengsuh tersebut.
Menurutnya, isi percakapan itu menunjukkan adanya hubungan yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran antara seorang guru dan santri. Bahkan hubungan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama meski terlapor diketahui telah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak.
“Selama tiga minggu terakhir saya melakukan penelusuran sendiri. Dari HP anak saya, saya menemukan banyak bukti percakapan juga bukti keterlibatan pengasuhnya,” Tutur Aswito.
Aswito juga mengungkapkan bahwa putrinya tersebut mondok di pesantren tersebut kurang lebih Sudah delapan tahun. Selain menjadi santri, korban juga disebut ikut membantu dan mengabdi di rumah pengasuh pesantren tersebut.
Hal tersebut sudah mulai berubah setelah diduga terjadi sebuah peristiwa pada Jumat 24 April 2026. Berdasarkan rekaman suara pengakuan korban,di rekaman tersebut Faiz mengalami tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh oknum pengasuh pesantren tersebut.
Kecurigaan pihak keluarga semakin menguat setelah ditemukan voice note atau pesan suara yang diduga dikirim oleh terlapor pada Korban Dalam rekaman tersebut, menurut pihak keluarga, terdapat komunikasi yang mengarah pada dugaan upaya membawa kabur Faiz.
Dalam rekaman tersebut,Faiz disebut mengaku dipaksa melakukan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oknum pengasuh tersebut.hubungan terlarang tersebut kemudian diketahui istri sang pengasuh hingga Tidak lama kejadian itu Faiz diusir dari Rumah pengasuh itu.
Namun beberapa hari kemudian korban berpamitan kepada ayahnya dengan alasan hendak mengikuti ujian di kampusnya yang berada di kawasan Jalan Argopuro, Situbondo.
Dengan berpamitan ke kampus Faiz tidak balik kerumah sampai saat ini, hingga keluarga kemudian melakukan pencarian ke berbagai wilayah mulai dari Kecamatan Kota Situbondo, Kapongan hingga Besuki. Bahkan pihak keluarga juga meminta bantuan pemerintah desa di Kesambi Rampak serta mendatangi sejumlah teman kuliah korban demi mencari petunjuk keberadaan Faizatur Rodiah.
pencarian dengan mandiri mengalami jalan buntu, Aswito akhirnya kembali mendatangi Mapolres Situbondo pada Senin 18 Mei 2026 dengan membawa sejumlah bukti tambahan yang menurutnya semakin memperkuat dugaan keterlibatan oknum pengasuh pesantren tersebut.
“Saya sudah berupaya mencari keberadaan anak saya secara maksimal. Dan saat ini saya mengantongi semua bukti keterlibatan pengasuhnya,” tegas Aswito.
Aswito juga mengaku bahwa sebelum menghilang, putrinya sempat bercerita kepada keluarga di Wonokusumo bahwa dirinya sering merasa tertekan dan takut menolak permintaan terlapor karena menganggap sosok tersebut sebagai guru yang harus dihormati dan ditaati.
“Anak saya pernah mengaku kepada adik saya ( tantenya ) kalau dia sering dipaksa melayani terlapor karena takut, sebab dia adalah gurunya,” ujar Aswito.
Sementara itu,pihak terlapor berinisial “YZ” belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya.
Kasus ini pun kini menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya terkait aspek keamanan, pengawasan, dan perlindungan terhadap para santri di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut dugaan kasus tersebut serta segera menemukan keberadaan Faizatur Rodiah.
Tim Sitijenar juga melakukan konfirmasi langsung ke Mapolres Situbondo terkait perkembangan laporan tersebut. Dari hasil konfirmasi yang dilakukan pada Selasa sore, 19 Mei 2026, Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan menjelaskan bahwa laporan polisi yang dilayangkan pihak keluarga pada Senin 18 Mei 2026 masih berada di bagian SPKT dan belum masuk ke meja penyidik Reskrim.
“Laporan tersebut masih dalam tahap proses di SPKT dan belum masuk ke meja saya,” kata Kasat Reskrim saat ditemui di Mapolres Situbondo.
Terkait laporan kehilangan yang sebelumnya dibuat pada Sabtu 16 Mei 2026, pihak KSPKT Polres Situbondo juga membenarkan adanya laporan tersebut.( Tim/Sun ).
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1934)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2033)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1467)
- Jawa Timur (16418)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2748)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (33)
- Global (10)
- Pendidikan (204)
- Hukum (23)
