Pemkab Gresik Upayakan Pelajar Kuliah dan Kerja di Jerman
- Posting Oleh andik
- Minggu, 02 April 2023 21:04
Gresik (BM) –Antusias pelajar dan mahasiswa Gresik untuk kuliah sambil kerja ke eropa sangat tinggi. Buktinya, peserta sosialisasi “Kuliah dan Bekerja di Jerman” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik dengan menggandeng Habibie Education Youth (HEY) membludak.
Sebanyak 2.000 pelajar mengikuti Sosialisasi yang diadakan di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik, pada Sabtu (1/4/2023).
Program tersebut memberi peluang pengembangan kemampuan dan keberanian diri untuk berkarir di luar negeri. Hal ini selaras dengan wujud nyata Nawa Karsa yakni Gresik Cerdas, dalam upaya meningkatkan mutu kualitas SDM.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan kesempatan semacam ini tidak dilewatkan begitu saja, harus segera diambil untuk meraih kesuksesan.
“Kesuksesan tidak datang begitu saja, oleh sebab itu ambil segala peluang yang ada. Di tahun 2045 kita akan menghadapi bonus demografi, generasi muda tentu saja harus dipersiapkan menjadi generasi yang produktif dan berkualitas,” ungkapnya.
Angka pengangguran di Gresik mencapai 8%, melebihi Provinsi Jawa Timur yang saat ini berada di angka 7,8%.
“Ini juga sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui pengurangan angka pengangguran,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Gresik M Choirul Rizal mengungkapkan salah satu problem yang paling besar di Gresik adalah pengangguran. Kadin secara serius memberikan peluang besar untuk bekerja dengan gaji yang cukup menggiurkan.
“Mereka akan mendapat kuliah gratis serta jaminan pekerjaan. Menjadi tenaga kerja potensial di luar negeri dengan UMK 2500 euro atau sekitar 50 juta,” ungkapnya.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, disamping mewujudkan SDM cerdas, program ini juga menjadi solusi dalam mengatasi angka pengangguran di Gresik.
“Angka pengangguran Gresik masih sebanyak 8%. Ini lebih tinggi sedikit dibandikan Provinsi Jawa Timur yang saat ini di angka 7,8%. Meskipun demikian, kita dari Pemkab Gresik tetap berupaya dalam menangani hal tersebut. Salah satunya dengan program Nawa Karsa Gresik Cerdas,” Aminatun Habibah.
Masih menurutnya dengan adanya program kuliah dan kerja di Jerman, dapat meningkatkan kemampuan akademik yang dimiliki oleh anak Gresik.
“Ini menjadi kesempatan dalam menempuh pendidikan di Eropa yang memang dipusatkan di Jerman. Nanti teknis sekolahnya mirip seperti SMK tapi lebih intens. Dengan dua hari teori dan praktek tiga hari di perusahaan sekitarnya. Bahkan kalian juga akan dibayar.” Ujarnya.
Program ini dapat berlangsung karena kondisi Jerman yang kekurangan tenaga kerja. Anak muda produktif hanya sebanyak 2% dari total masyarakat Jerman. Sehingga membutuhkan tenaga kerja potensial dari luar negeri. “Saat ini telah terbuka sekitar 20.000 kesempatan untuk bekerja di sana,” tegasnya.
Pemkab Gresik terus berupaya menekan angka pengangguran. Sebelumnya, Pemkab Gresik menggelar Job Fair dengan membuka lowongan berjumlah 4 ribu lebih pada 53 perusahaan, dan diikuti oleh lebih dari 9 ribu pelamar kerja.
Selain itu, Pemkab Gresik telah membuka beasiswa kuliah untuk warganya. Ada pula Rumah Vokasi yang berfokus dalam pelatihan untuk berkerja, dimana Rumah Vokasi ini adalah yang pertama ada di Indonesia. (and)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1900)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2028)
- Internasional (560)
- Sports (1991)
- Ekonomi (1457)
- Jawa Timur (16376)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2739)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (36)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (14)
- Wisata (32)
- Global (10)
- Pendidikan (200)
- Hukum (23)
