Mode Gelap
Image
Kamis, 09 Juli 2026
Logo
Pernyataan dari Fraksi PDI-P  jadi Sorotan Para LSM.Saiful bahri Bawa Uang sekoper.
Audiensi yang digelar di ruang rapat DPRD itu berlangsung tegang. Para perwakilan LSM mendesak agar fraksi PDIP membuka data konkret atau “by name by address” terkait pernyataan tersebut.

Pernyataan dari Fraksi PDI-P jadi Sorotan Para LSM.Saiful bahri Bawa Uang sekoper.

 

Situbondo,Berita Metro id. kedatangan Puluhan aliansi LSM ber-SKP di kabupaten Situbondo ke Kantor DPRD Situbondo. Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan pernyataan dari anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) yang menyebutkan adanya masyarakat yang sakit dengan menjual kambing, sapi, hingga meminjam uang ke rentenir demi mendapatkan layanan kesehatan. Rabu 8/7/26.

Audiensi yang digelar di ruang rapat DPRD itu berlangsung tegang. Para perwakilan LSM mendesak agar fraksi PDIP membuka data konkret atau “by name by address” terkait pernyataan tersebut. Mereka menilai narasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat jika tidak disertai bukti yang jelas.

Hal tersebut berawal Pernyataan salah satu anggota DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PDI Perjuangan,dalam rapat paripurna tersebut,menyebutkan adanya warga yang menjual kambing, menjual sapi, bahkan meminjam uang kepada rentenir demi memperoleh pelayanan rumah sakit, terus menuai sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Alih-alih mereda, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan besar mengenai validitas informasi yang disampaikan di forum resmi DPRD. Sejumlah elemen masyarakat menilai, pernyataan yang dibacakan dalam rapat paripurna semestinya didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar narasi yang berpotensi membentuk opini publik.

Ketua Satgas Anti Premanisme, Saiful Bahri,menyampaikan,“Kami datang untuk menanyakan, benarkah ada masyarakat yang sampai menjual ternak hanya untuk berobat? Kalau memang ada, kami siap membantu. Tapi kalau tidak, jangan sampai ini menjadi narasi yang menyesatkan,” ujar Bang Saiful.

Dalam aksi simbolik tersebut,Ketua Satgas Anti Premanisme, Saiful Bahri, membawa koper berisi uang yang disebut mencapai Rp 300 juta. Uang tersebut, menurutnya, disiapkan untuk membantu masyarakat jika benar ada yang menjual kambing atau sapi bahkan berhutang ke rentenir demi biaya pengobatan meskipun sudah memanfaatkan program BRANTAS dari Pemkab Situbondo.

“Tidak layak rakyat yang sedang sakit harus kehilangan harta benda mereka. Kalau memang ada, kami siap mengganti dan membantu,” tegas Saiful Bahri.

Dalam aksi simbolik, Ketua Satgas Anti Premanisme, Saiful Bahri, membawa koper berisi uang yang disebut mencapai Rp 300 juta. Uang tersebut, menurutnya, disiapkan untuk membantu masyarakat jika benar ada yang menjual kambing atau sapi bahkan berhutang ke rentenir demi biaya pengobatan meskipun sudah memanfaatkan program BRANTAS dari Pemkab Situbondo.

“Tidak layak rakyat yang sedang sakit harus kehilangan harta benda mereka. Kalau memang ada, kami siap mengganti dan membantu,” tegas Saiful Bahri.

Ketua Fraksi PDIP Rudi Afianto Menanggapi desakan dari para LSM, menjelaskan bahwa pernyataan yang menjadi polemik bukan merupakan pendapat pribadi anggota DPRD yang membacakannya, melainkan pandangan umum Fraksi PDIP yang disusun berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Bu Ningsih hanya membacakan pandangan umum fraksi. Itu merupakan bahasa kerakyatan yang kami dengar dari masyarakat. Tujuan kami sama, memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Rudi.( Sun ).

 

 

 

 

 

 

 

Komentar / Jawab Dari