Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo
Polantas Menyapa Samsat Krian
Polantas Menyapa Samsat Krian,kapokja pendaftaran pajak tegar

Polantas Menyapa Samsat Krian

SIDOARJO (BM) – Pemandangan di Kantor Bersama (KB) Samsat Krian, yang berlokasi di Jl. Raya Kemasan No.17, kini memiliki alur yang lebih terstruktur. Inisiatif "Polantas Menyapa" yang diterapkan di unit pelayanan ini, bukan sekadar sapaan formalitas, melainkan sebuah strategi untuk memutus mata rantai kebingungan wajib pajak (WP) sejak di pintu masuk.

Program ini dirancang untuk mengatasi masalah klasik di layanan publik: antrean yang menumpuk akibat WP yang bingung, salah membawa berkas, atau tidak tahu harus memulai dari loket mana.

Aiptu Heri Purwanto, selaku Baur KB. Samsat Krian, menjelaskan bahwa "Polantas Menyapa" adalah bentuk "triase" atau pemilahan pelayanan.

"Ini adalah inovasi kami di garda terdepan. Bukan sekadar menyapa 'selamat pagi', tapi kami proaktif bertanya, 'Ada yang bisa dibantu? Keperluannya apa? Perpanjang tahunan atau ganti plat? Berkasnya sudah lengkap?'" ujar Aiptu Heri saat ditemui di lokasi.

Menurut Aiptu Heri, intervensi di detik-detik awal ini sangat krusial. Petugas yang menyapa akan langsung melakukan verifikasi visual kelengkapan berkas.

"Tujuannya agar wajib pajak tidak membuang waktu mengantre di loket yang salah. Jika berkas kurang, kami arahkan melengkapi dulu. Jika persyaratannya lengkap untuk proses lima tahunan, baru kami berikan nomor antrean ke loket pendaftaran. Ini tentang efisiensi waktu bagi warga," tegasnya.

Dampak dari "triase" di pintu masuk ini dirasakan langsung di alur kerja bagian pendaftaran. Aiptu Tegar, yang menjabat sebagai Kapokja Pendaftaran Pajak di Samsat Krian, mengakui bahwa alur kerja kini menjadi jauh lebih lancar.

"Sangat membantu," tegas Aiptu Tegar. "Sebelum ada program proaktif ini, loket pendaftaran kami sering 'banjir' pertanyaan yang sebetulnya dasar. Banyak juga yang sudah telanjur antre lama, ternyata berkasnya tidak lengkap atau salah loket."

Aiptu Tegar menjelaskan, kini WP yang sampai di loketnya rata-rata sudah dalam status "clear and clean". Berkas mereka sudah dipastikan lengkap oleh tim Aiptu Heri di depan.

"Petugas kami di loket pendaftaran bisa fokus pada validasi dan input data, tidak lagi merangkap sebagai penerima tamu atau pusat informasi. Ini memangkas waktu pelayanan per orang secara signifikan dan mengurangi penumpukan antrean," ungkapnya.

Inisiatif "Polantas Menyapa" di Samsat Krian ini membuktikan bahwa inovasi pelayanan tidak selalu harus berbentuk teknologi digital yang kompleks. Sebuah perubahan sederhana dalam alur komunikasi—dari pasif menunggu menjadi aktif menjemput bola—terbukti mampu memberikan dampak besar pada efisiensi layanan dan kepuasan masyarakat.(dea/dicky)

Komentar / Jawab Dari