Mode Gelap
Image
Sabtu, 18 April 2026
Logo
Wujudkan Kemandirian Energi, PT PAL Indonesia Berkomitmen dalam Pemeliharaan dan Peningkatan SPM
unit Single Point Mooring (SPM) atau sebuah buoy terapung yang berfungsi sebagai sarana berlabuhnya kapal tanker di laut. SPM ini juga berperan sebagai penyalur muatan cair, seperti produk minyak bumi, dari atau ke kapal tanker.

Wujudkan Kemandirian Energi, PT PAL Indonesia Berkomitmen dalam Pemeliharaan dan Peningkatan SPM

SURABAYA (BM) - PT PAL Indonesia bekerja sama dengan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan unit Single Point Mooring (SPM) atau sebuah buoy terapung yang berfungsi sebagai sarana berlabuhnya kapal tanker di laut. SPM ini juga berperan sebagai penyalur muatan cair, seperti produk minyak bumi, dari atau ke kapal tanker.

Willgo Zainar, Chief Marketing Officer (CMO) PT PAL menyampaikan bahwa kapabilitas PT PAL dalam pemeliharaan dan perbaikan pada produk rekayasa umum seperti SPM, telah teruji selama 15 tahun terakhir.
 
"Sebagai perusahaan dalam negeri, PT PAL Indonesia telah banyak menyelesaikan proyek–proyek strategis di dalam maupun luar negeri, terbukti dengan salah satu pengalaman kami dalam pemeliharaan dan perbaikan SPM sejak 15 tahun terakhir ini" ujarnya, Selasa (28/11/2023).

Hal ini juga sambung Willgo didukung dengan kemampuan SDM yang kompeten serta fasilitas PAL yang lengkap. PT PAL akan terus berinovasi untuk meningkatkan potensi agar tetap eksis di pasar nasional maupun internasional.

"Pemeliharaan dan perbaikan SPM PT TPPI ini bertujuan untuk mengembalikan performa dan kehandalan SPM agar tetap optimal melalui proses Dry Docking/Major Overhaul. Salah satu aspek utama dalam pemeliharaan ini melibatkan penggantian satu rangkaian Submarine & Floating Hose untuk meningkatkan keamanan serta keandalan operasional SPM. Hal ini merupakan kontribusi, dan komitmen PT PAL di bidang melakukan pemeliharaan dan perbaikan produk non kapal (general engineering)" Ulasnya.

Menurutnya, SPM secara fundamental berfungsi sebagai penghubung antara fasilitas darat dan tanker untuk memuat atau membongkar muatan cair dan gas. Terletak beberapa kilometer dari fasilitas offshore, SPM ini terhubung menggunakan sub-sea dan jalur pipa bawah laut, bahkan mampu menangani kapal dengan kapasitas besar seperti Very Large Crude Carrier (VLCC).

Dalam kesempatan lain, Abdul Honi selaku Kepala Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL, menyatakan proyeksi MRO untuk SPM ke depan sangat bagus, salah satunya karena adanya captive market di Pertamina.
 
"Maka, selain SPM yang sudah ada, Pertamina juga akan menambah fasilitas SPM baru, di antaranya milik Pertamina IT Balongan, RU VI Balongan, SHAFTHI Cengkareng, RU V Balikpapan, IT Medan. Sehingga hal ini menjadi potential captive market bagi PT PAL” terangnya.

Selain pemeliharaan dan perbaikan, Abdul Honi  menyampaikan PT PAL juga memiliki potensi besar untuk membangun SPM karena adanya peningkatan permintaan.
 
"Untuk potensi pembangunan nanti, akan dibangun 3 SPM di Kilang Tuban Pertamina," pungkas Honi.

Sekadar diketahui, SPM PT TPPI telah sukses menjalani serangkaian kegiatan overhaul di PT PAL Indonesia, saat ini SPM tersebut tengah melakukan proses instalasi SPM di perairan PT TPPI Tuban dan direncanakan rampung tanggal 30 November 2023, sehingga diharapkan dapat beroperasi kembali pada tanggal 1 Desember 2023.

Komentar / Jawab Dari