Mode Gelap
Image
Sabtu, 18 April 2026
Logo
Ribuan Aksi Unras Buruh Padati Kantor Gubernur, Pakai Topeng Tikus dan Bawa Sejumlah Tuntutan
aksi buruh tampak memparodikan kondisi pemerintah dengan sindiran memakai topeng tikus dan uang mainan

Ribuan Aksi Unras Buruh Padati Kantor Gubernur, Pakai Topeng Tikus dan Bawa Sejumlah Tuntutan

SURABAYA (BM) - Ribuan massa aksi buruh dari berbagai elemen yang melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, tampak memparodikan kondisi pemerintah dengan sindiran memakai topeng tikus dan uang mainan, Kamis, (28/8/2025).

Para aksi buruh tersebut selain menyampaikan sejumlah tuntutan kenaikan upah para pengunjuk rasa juga membawa berbagai poster, spanduk serta keranda mayat sebagai simbol pemerintah gagal memberikan rasa keadilan bagi rakyat kecil. 

Nuruddin Hidayat, Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur dan korlap aksi menegaskan bahwa para buruh membawa sejumlah tuntutan baik skala nasional dan regional. Menurutnya, para buruh juga mendesak Gubernur Jawa Timur segera merealisasikan komitmen yang pernah disepakati pada aksi May Day 1 Mei 2025 lalu. 

“Saat itu, Pemprov Jatim berjanji akan memfasilitasi aspirasi buruh terkait kesejahteraan, penetapan upah minimum, serta perlindungan terhadap pekerja terdampak PHK,” urainya.

“Janji tinggal janji. Sudah hampir empat bulan, komitmen yang disepakati 1 Mei lalu belum juga ada tindak lanjutnya. Hari ini kami turun lagi agar pemerintah tidak hanya pandai bicara, tapi juga bekerja nyata,” ungkapnya.

Sementara untuk tuntutan skala nasional antara lain, Pertama, menghapus sistem outsourcing dan menolak upah murah (HOSTUM). Kedua, mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan membentuk satuan tugas khusus.

“Ketiga, mereformasi sistem perpajakan perburuhan agar lebih adil dan berpihak kepada pekerja. Keempat, mengesahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa konsep Omnibus Law yang dinilai merugikan buruh,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai langkah serius memberantas korupsi.

“Kami jua memibta untuk merevisi UU Pemilu sesuai putusan Mahkamah Konstitusi sebagai langkah redesain sistem pemilu 2029,” pungkasnya.

Dari pantauan dilokasi, aksi unjuk rasa para buruh ini dijaga ketat oleh ribuan personel gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. 

Akibat aksi ini juga aparat kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Pahlawan, Tugu Pahlawan, hingga Jalan Indrapura untuk mengantisipasi kemacetan.

Komentar / Jawab Dari