Mode Gelap
Image
Minggu, 31 Mei 2026
Logo
SMKN 2 Sukorejo Dibuat Geram Oleh Ulah Siswanya
Wali murid, guru dan pemerintah desa saat berdiskusi adanya siswa bolos sekolah

SMKN 2 Sukorejo Dibuat Geram Oleh Ulah Siswanya

PASURUAN (BM) - Pihak guru di SMKN 2 Sukorejo, Kabupaten Pasuruan dibuat geram oleh ulah para siswanya yang sering kali meninggalkan sekolah saat jam istirahat.

Bahkan, banyak siswa yang membolos sekolah hanya untuk nongkrong di area parkiran yang diketahui juga menyediakan area nongkrong bagi para siswa yang bolos sekolah tersebut.

Senin (19/05/2025), M.Habibi salah satu wali murid SMKN 2 Sukorejo mengundang pihak sekolah untuk datang ke Kantor Desa Lecari untuk mendiskusikan jalan keluar adanya siswa yang membolos.

M.Habibi mengaku sangat miris karena siswa yang bolos sekolah dianggap tidak ada penanganan atau aksi dari pihak sekolah untuk menegur pemilik lahan parkir yang menjadi tempat nongkrong siswa bolos.

"Selama ini anak bolos sekolah sangat banyak di parkiran yang menyediakan tempat untuk nongkrong. Pihak sekolah sampai kuwalahan dan kehabisan akal untuk mengantisipasi anak-anak yang bolos," jelas Habibi.

Sementara itu, Lidia selaku guru Bimbingan Konseling (BK) kelas 10 menjelaskan bahwa guru yang ada sangat sedikit untuk menangani seluruh siswa yang jumlahnya kurang lebih 1.200 siswa.

"Yang menangani terlalu sedikit, sedangkan siswa kita di SMKN 2 Sukorejo ada kurang lebih sebanyak 1.200 an," ujar Lidia saat di Kantor Desa Lecari.

Tak hanya Lidia, bahkan Rofiq selaku ketertiban di sekolah juga menyuarakan hal yang sama, hingga pernah bekerjasama dengan pihak desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengatasi banyaknya siswa yang bolos sekolah.

"Adanya siswa bolos ini sudah dari dulu. Pihak sekolah sampai bekerjasama dengan desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengoperasi siswa yang bolos. Langkah kita sia-sia dan tidak berdampak bagi mereka, dikarenakan pemilik parkiran tidak kooperatif dengan pihak sekolah," terang Rofiq.

Nurudin selaku Sekretaris Desa Lecari juga membenarkan pihak sekolah dan desa yang sudah berkali-kali mengoperasi anak bolos hingga kejar - kejaran saat mengetahui gurunya datang.

"Langkah persuasif sudah dilakukan oleh sekolah mulai dari kepala sekolah lama hingga PLT dengan mendatangi parkiran yang dibuat nongkrong para siswa. Pihak sekolah dan desa juga sudah memberikan himbauan kepada pemilik parkir agar menyuruh siswa yang membolos untuk masuk ke sekolah, namun pemilik parkiran diduga tidak menghiraukannya," jelas Nurudin.

Padahal, siswa yang bolos sudah sering diberikan sanksi oleh gurunya dengan mendatangkan orang tua hingga memberikan himbauan jika absennya jelek akan tidak naik kelas.

"Absen yang jelek mempengaruhi nilai disekolah hingga bisa tidak naik kelas jika tidak memperbaikinya," tutup Lidia.

Untuk diketahui, ada sebanyak 13 tempat parkir yang ada di sekitaran SMKN 2 Sukorejo, namun hanya 7 lokasi parkiran yang menjadi tempat favorit nongkrong siswa bolos.

(dim)

SMKN 2 Sukorejo Dibuat Geram Oleh Ulah Siswanya
Wali murid, guru dan pemerintah desa saat berdiskusi adanya siswa bolos sekolah

Komentar / Jawab Dari