Mode Gelap
Image
Sabtu, 08 Agustus 2026
Logo

PULUHAN SISWA SD ISLAM AR RAHMA SUKODONO SIDOARJO DIDUGA KERACUNAN JAJANAN KANTIN

PULUHAN SISWA SD ISLAM AR RAHMA SUKODONO SIDOARJO DIDUGA KERACUNAN JAJANAN KANTIN
Puluhan Siswa SD Islam Ar Rahma Sukodono Diduga Keracunan Jajanan Kantin

SIDOARJO beritametro.id – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, harus dilarikan ke rumah sakit secara mendadak pada Jumat (7/8/2026). Mereka didiagnosis mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi jajanan yang dijual di kantin lingkungan sekolah mereka.

Seluruh korban yang diperiksa merupakan murid kelas 3 dan kelas 4 dari SD Islam Ar Rahma, Sukodono.

Kronologi dan Gejala yang Dialami Siswa

Peristiwa bermula saat jam istirahat sekolah, ketika para siswa membeli berbagai kudapan di kantin. Tak lama usai menyantap makanan tersebut, sejumlah anak mulai mengeluhkan sakit perut yang hebat, rasa mual, hingga kondisi fisik yang mendadak lemas.

"Tadi beli jajan odeng sama gorengan di kantin sekolah. Terus perutnya sakit," tutur Nazifa, salah satu siswi korban keracunan saat berada di rumah sakit, Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan penuturan para siswa, gejala tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi jajanan jenis frozen food yang diolah dengan cara dibakar dan digoreng di area kantin dalam sekolah.

Penanganan Medis Darurat di Rumah Sakit

Guna mendapatkan tindakan cepat, puluhan siswa tersebut dilarikan ke RS Assakinah Medika. Para korban langsung ditangani di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) dan sebagian besar harus dipasang cairan infus guna mencegah dehidrasi.

Petugas medis secara bergantian mengarahkan para siswa ke ruang tindakan serta laboratorium untuk pemeriksaan sampel darah guna memastikan penyebab pasti keracunan.

"Jumlahnya yang kami tangani ada 23 siswa. Rata-rata mengeluhkan sakit perut dan mual usai mengonsumsi makanan di kantin," jelas Dokter Jaga IRD RS Assakinah Medika, dr. Ilham Muhammad Kevin.

Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan bahwa para siswa terindikasi mengalami infeksi atau gangguan pada saluran pencernaan akibat kontaminasi makanan (foodborne disease). Hingga kini, pihak sekolah dan instansi terkait masih mendalami sampel jajanan kantin tersebut.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari