Mengaku Pejabat Kejari Surabaya, Pelaku Peras OPD
- Posting Oleh Redaksi
- Rabu, 17 Juni 2026 17:06
SURABAYA (BM) - Sejumlah OPD (Organisaai Perangkat Daerah) dikabarkan menerima telepon dan pesan WhatsApp dari orang yang mengaku pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Dalam komunikasi tersebut, penerima pesan diminta sejumlah uang dengan dalih untuk kepentingan kegiatan dan menjamu tamu. Namun, belakangan terungkap bahwa sosok di balik permintaan itu bukanlah pejabat Kejari Surabaya.
Tri Anggoro Mukti, Kepala Kejari Surabaya mengungkapkan bahwa nama sejumlah pejabat Kejari Surabaya dicatut oleh pelaku untuk menghubungi OPD maupun lembaga lain dengan dalih kepentingan kegiatan tertentu. Menurut Tri, pelaku bahkan mengatasnamakan Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya saat menghubungi calon korbannya.
Bahkan belakangan, pihaknya juga menerima informasi adanya upaya serupa yang menyasar lembaga penyelenggara pemilu. “Ada yang mengaku-ngaku meminta sesuatu kepada pihak OPD, organisasi perangkat daerah, teman-teman Pemkot, dengan mengatasnamakan untuk kepentingan kegiatan,” ujar Tri Mukti kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Ia menambahkan, pihaknya baru saja menerima laporan dari Bawaslu terkait adanya telepon dari seseorang yang meminta uang dengan alasan untuk kegiatan di Kejari Surabaya. “Barusan juga tadi ada yang telepon dari Bawaslu, mengatakan dia dihubungi, meminta uang terkait untuk kegiatan di Kejari Surabaya atau tadi dia menyampaikan untuk menjamu tamu,” katanya.
Tri Mukti menegaskan bahwa permintaan tersebut tidak berasal dari Kejari Surabaya. Ia memastikan seluruh pejabat maupun pegawai Kejari Surabaya tidak pernah meminta uang kepada OPD, instansi pemerintah, maupun pihak lain untuk kepentingan kegiatan lembaga. “Saya menyatakan itu tidak benar,” tegasnya.
Karena itu, Tri meminta seluruh OPD, instansi pemerintah, maupun lembaga lainnya untuk segera melaporkan apabila menerima telepon, pesan WhatsApp, atau bentuk komunikasi lain yang mengatasnamakan pejabat Kejari Surabaya dan berujung pada permintaan uang. “Teman-teman Pemerintah Kota, baik itu organisasi lainnya yang menerima telepon mengaku dari pihak kita, baik itu by WhatsApp maupun secara langsung, mohon konfirmasi kepada kita. Saya tegaskan bahwa itu tidak pernah ada,” tegas Tri Mukti.
Dalam salah sau pesan yang diterimanya, pelaku bahkan mengirim pesan dengan mencantumkan identitas rekening tertentu untuk meminta transfer dana. Tri Mukti menilai modus tersebut sengaja dibuat agar korban percaya bahwa permintaan tersebut berasal dari pejabat kejaksaan.
Ia berharap masyarakat dan instansi pemerintah tidak mudah percaya terhadap permintaan dana yang mengatasnamakan Kejari Surabaya. “Ini saya harapkan rekan-rekan pers juga dapat menyampaikan ke khalayak ramai bahwa yang menghubungi bukan dari pihak Kejaksaan Negeri Surabaya,” pungkasnya. (arf/tit)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1953)
- Plesir (26)
- Peristiwa (469)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2041)
- Internasional (560)
- Sports (1998)
- Ekonomi (1483)
- Jawa Timur (16447)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (290)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2756)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (33)
- Global (10)
- Pendidikan (208)
- Hukum (23)
