Mode Gelap
Image
Minggu, 02 Agustus 2026
Logo

DP3A SURABAYA PASTIKAN ANAK DARI POLEMIK HAK ASUH DALAM KONDISI SEHAT, SUNARDI BANTAH TUDINGAN EKSPLOITASI

DP3A SURABAYA PASTIKAN ANAK DARI POLEMIK HAK ASUH DALAM KONDISI SEHAT, SUNARDI BANTAH TUDINGAN EKSPLOITASI
DP3A SURABAYA PASTIKAN ANAK DARI POLEMIK HAK ASUH DALAM KONDISI SEHAT, SUNARDI BANTAH TUDINGAN EKSPLOITASI

SURABAYA beritametro.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya turun tangan langsung memantau kondisi A (5), balita yang menjadi pemicu polemik perebutan hak asuh antara kedua orang tuanya, Agustin Arimardika (33) dan Sunardi (33).

Berdasarkan hasil peninjauan dan pemantauan langsung tim DP3A-PPKB di lapangan pada Jumat (31/7), kondisi anak berusia lima tahun tersebut dipastikan berada dalam keadaan sehat dan mendapatkan perawatan yang layak dari ayah kandungnya, Sunardi.

Hasil Pemantauan Lapangan DP3A Surabaya

Langkah cepat DP3A-PPKB Surabaya menerjunkan tim ke lapangan bertujuan untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan hak-hak dasar anak di tengah perselisihan kedua orang tuanya. Dari pemantauan langsung selama beberapa jam di lokasi keberadaan anak, petugas tidak menemukan indikasi darurat terkait kondisi fisik maupun psikologis anak.

Temuan tim dinas sosial dan perlindungan anak ini menampik anggapan bahwa balita tersebut berada dalam situasi bahaya di bawah pengasuhan sang ayah.

Sunardi Bantah Lakukan Eksploitasi dan Penelantaran

Menanggapi berbagai tuduhan dari pihak mantan istrinya yang menyebut dirinya menelantarkan serta mengeksploitasi anak untuk mengemis dan tidur beralas kardus di kawasan pasar, Sunardi tegas membantah seluruh tuduhan tersebut.

Sunardi menegaskan bahwa sebagai seorang ayah, ia terus berupaya memberikan pengasuhan, makanan, serta perlindungan terbaik bagi putri kandungnya selama lima bulan terakhir berada di bawah pengawasannya. Menurutnya, tuduhan yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kenyataan harian bagaimana ia merawat sang buah hati.

Penanganan Kasus dan Keberimbangan Perlindungan Anak

Polemik yang kini berlanjut hingga ke Rumah Aspirasi Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surabaya Armuji tersebut memperlihatkan kompleksitas kasus hukum keluarga. Meskipun pihak ibu kandung menyodorkan kesaksian warga dan rekaman suara yang menyebut anaknya kurang terawat, otoritas perlindungan anak Pemkot Surabaya mengedepankan pendekatan berbasis temuan objektif dan verifikasi faktual.

Pemerintah Kota Surabaya melalui instansi terkait memastikan akan terus mengawal kasus ini dengan menitikberatkan pada kepentingan terbaik bagi anak (the best interests of the child), agar tumbuh kembang dan mental A tidak terganggu oleh perselisihan kedua orang tuanya.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari