Mode Gelap
Image
Sabtu, 22 Juni 2024
Logo
Bahaya, Ukraina Berlakukan Jam Malam di Kyiv

Bahaya, Ukraina Berlakukan Jam Malam di Kyiv

KYIV (BM) - Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, mengumumkan jam malam selama 35 jam. Mulai Selasa malam hingga Kamis (17/3/2022) pagi. Pemberlakuan jam malam itu diberlakukan mengingat potensi eskalasi yang dapat membahayakan penduduk setempat.

“Ini ada hubungannya dengan kemungkinan eskalasi dan itu berkaitan dengan perhatian terhadap keselamatan penduduk kota kami,” kata Klitschko kepada surat kabar Ukrayinska Pravda, sembari menekankan bahwa jam malam diberlakukan oleh pemerintah militer.

Seperti diketahui, hingga hari ke-20 perang di Ukraina ditandai dengan penembakan Rusia tanpa henti di beberapa wilayah negara itu, terutama di selatan dan ibu kota, Kyiv.

Sedikitnya lima orang tewas setelah sebuah peluru menghantam sebuah blok apartemen 16 lantai di distrik Sviatoshynskyi di Kyiv, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Sementara itu, Presiden Ukraina Zelenskyy memperbarui seruannya untuk bantuan ketika perdana menteri Polandia, Slovenia, dan Ceko tiba di ibu kota Ukraina, sebagai perwakilan dari Uni Eropa.

Delegasi dari Moskow dan Kyiv mengadakan pembicaraan untuk membahas “gencatan senjata dan penarikan” pasukan Rusia dari Ukraina, menurut penasihat presiden Mykhailo Podoliak di Twitter.

“Negosiasi sedang berlangsung. Konsultasi telah dilanjutkan pada platform negosiasi utama. Masalah umum penyelesaian, gencatan senjata, penarikan pasukan dari negara itu…”

 

Terperangkap

Sementara itu, ratusan ribu orang masih terperangkap di Mariupol, kota di tenggara Ukraina yang dikepung oleh pasukan Rusia sejak 2 Maret.

Kota dan sekitarnya sulit diakses media, dengan banyak informasi berasal dari warga yang berbagi data.

Seorang pembantu Zelenskyy mengatakan sekitar 20.000 orang berhasil melarikan diri dari kota pada 15 Maret melalui koridor evakuasi.

Sehari sebelumnya, pasukan Rusia hanya mengizinkan 160 kendaraan pribadi untuk pergi dan kini telah mencapai kota Berdyansk.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan situasi di Mariupol "tetap mengerikan" dan tidak dapat mengirimkan bantuan ke kota tersebut.

Sementara itu, konvoi pasukan Rusia sedang bergerak dari wilayah Mykolaiv menuju Kherson, dan mereka mungkin “mempersiapkan operasi bendera palsu yang melibatkan penembakan”, menurut Vitaly Kim, kepala administrasi negara bagian Mykolaiv.

Informasi OSINT dan citra satelit tampaknya menunjukkan kekuatan angkatan laut Rusia yang substansial, termasuk kapal pendarat, bergerak maju di daerah Odesa hari ini. Data ini mengkonfirmasi ketakutan yang diungkapkan oleh intelijen militer Inggris pada 14 Maret bahwa Rusia telah melakukan blokade laut jarak jauh secara menyeluruh terhadap pelabuhan Ukraina. (Sumber: AL JAZEERA, Editor: Totok Hartana)

Komentar / Jawab Dari

Komentar

  • Image
    Totok 2 tahun yang lalu

    hentikan perang, dan semoga lekas berdamai!