BUNTUT PENGUSIRAN WARTAWAN, BUDI ARIE SIAP LAPORKAN STAF DAN KADIS PUBMSDA KE POLISI
- Posting Oleh dicky
- Kamis, 13 Agustus 2026 11:08
SIDOARJO beritametro.id – Konflik seputar dugaan pengurukan lahan tanpa rekomendasi pemanfaatan jalan di Kelurahan Gebang kian memanas dan memasuki babak baru. Merasa mendapat perbuatan tidak menyenangkan, narasumber warga lokal yang berprofesi sebagai wartawan, Budi Arie, menyatakan siap membawa tindakan oknum staf dan pimpinan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo ke jalur hukum.
Budi Arie menegaskan akan melaporkan staf bernama Supri serta Kepala Dinas PU BMSDA Sidoarjo, Makhmud, S.H., M.M., ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik, dan tindakan intimidatif.
Langkah hukum ini diambil Budi Arie setelah Supri melontarkan ucapan yang dinilai sangat kasar dan tendensius saat dikonfirmasi oleh wartawan. Dalam keterangannya, Supri sempat menuding Budi Arie dengan kalimat bernada penghinaan fisik dan tuduhan tak berdasar.
"Supri menyebut saya 'sudah tua tidak tahu diuntung' dan menuduh saya menyerang Dinas PUBMSDA. Ini tuduhan keji dan sudah masuk ranah tindak pidana pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan," tegas Budi Arie kepada awak media.
Tak hanya itu, Budi Arie juga menyoroti pengakuan Supri yang menyatakan bahwa seluruh tindakan dan sikap emosionalnya tersebut sudah atas sepengetahuan serta restu dari pimpinannya. Bahkan, Kepala Dinas PU BMSDA Sidoarjo, Makhmud, S.H., M.M., diduga turut menyampaikan kata-kata serta tuduhan yang sama 'sudah tua tidak tahu diuntung' senada dengan apa yang diucapkan oleh stafnya tersebut.
"Supri dengan percaya diri mengatakan saya tidak takut jika diberitakan. Bahkan dia membawa-bawa nama Kadis Makhmud dan menyebut tindakannya sudah diketahui atasan. Terlebih Kadis juga mengatakan hal yang sama seperti yang diucapkan Supri. Oleh karena itu, selain Supri, Kadis PU BMSDA Makhmud juga turut menjadi pihak yang akan kami laporkan ke kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," lanjutnya.
Insiden pengusiran wartawan dan lontaran tuduhan dari oknum aparat dinas ini mendadak viral di berbagai platform media sosial dan memancing simpati serta kemarahan publik Sidoarjo. Masyarakat mengecam keras sikap antikritik dan dugaan intimidasi yang dilakukan oleh instansi pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, tim kuasa hukum Budi Arie sedang merampungkan berkas aduan dan bukti rekaman untuk segera dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Sidoarjo. (BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1627)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2007)
- Plesir (30)
- Peristiwa (484)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2097)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1515)
- Jawa Timur (16578)
- Weekend (25)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (300)
- Catatan Metro (207)
- Opini (176)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (15)
- Surabaya (2791)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (3)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (213)
- Hukum (28)
