DILEMA JEDA MBG: MITRA DI SIDOARJO KELIMPUNGAN BAYAR CICILAN BANK
- Posting Oleh dicky
- Senin, 22 Juni 2026 15:06
SIDOARJO (BM) — Kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah, mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026, memicu guncangan finansial bagi para pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur.
Langkah pemerintah yang bertujuan untuk standardisasi tata kelola dan efisiensi anggaran ini justru membuat para mitra kelimpungan karena harus menanggung biaya operasional dan kewajiban perbankan tanpa adanya pemasukan.
Ketua DPW GAPEMBI Jawa Timur, Makhrus Sholeh, mengungkapkan kekhawatirannya di Surabaya terkait nasib para pengusaha yang telah menginvestasikan modal besar demi menyukseskan program prioritas ini. Berhentinya distribusi makanan otomatis memutus aliran insentif harian sebesar Rp6 juta per SPPG, sementara tagihan utang modal pengerjaan fasilitas dapur komersial tersebut terus berjalan di bank.
Dampak nyata dari moratorium pendek ini dirasakan langsung di wilayah penyangga seperti Kabupaten Sidoarjo, tempat beberapa titik dapur pelayanan skala besar didirikan menggunakan dana talangan mandiri dan pinjaman kurator keuangan.
"Investasi untuk membangun gedung dapur dan membeli peralatan masak standar industri ini nilainya ratusan juta rupiah, dan semua modalnya kami dapat dari pinjaman bank komersial, “ jelas salah satu pemilik manfaat yang enggan di sebut namanya.
Saat operasional disetop total seperti ini, pemasukan kami otomatis menjadi nol rupiah.
“ Celakanya, pihak bank tidak mau tahu sekolah sedang libur atau tidak; tagihan bulanan beserta bunganya tetap didebit tepat waktu sesuai jatuh tempo” ungkapnya.
Sementara itu para pekerja dapur SPPG juga mengalaminkeresagan yang sama. Menurut Indah, beberapa para pekerja harian langsung kehilangan penghasilan untuk menghidupi keluarga. Sistem pengupahan kami dihitung per hari kerja berdasarkan jumlah porsi makanan yang dimasak.
" Kami bingung harus mencari uang ke mana lagi untuk membeli kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak yang justru sedang tinggi-tingginya pada saat ajaran baru.” pungkasnya. (Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1957)
- Plesir (26)
- Peristiwa (469)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2043)
- Internasional (560)
- Sports (1998)
- Ekonomi (1486)
- Jawa Timur (16448)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (290)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2759)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (34)
- Global (10)
- Pendidikan (209)
- Hukum (24)
