Ratusan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur Dinonaktifkan Sementara, Masalah Anggaran dan Standar Sanitasi Jadi Pemicu
- Posting Oleh dicky
- Rabu, 10 Juni 2026 15:06
SURABAYA (BM) – Sebanyak 372 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur dinonaktifkan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan massal ini dipicu oleh kendala administrasi pencairan anggaran operasional serta kegagalan pengelola dalam memenuhi standar kelayakan sanitasi.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi bahwa langkah pembekuan izin operasi ini diambil sebagai bentuk evaluasi total. Penertiban ini menyasar dapur umum yang terbukti belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
"Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Evaluasi kelayakan dan standar higienitas dapur harus diperketat untuk mengantisipasi berulangnya kasus keracunan makanan pada anak sekolah," ujar Emil Dardak dalam keterangannya di Surabaya.
Selain masalah sanitasi, penghentian operasional di beberapa daerah dipicu oleh tersendatnya modal kerja akibat kendala teknis pada sistem pencairan dana Virtual Account (VA) dari pusat.
Berdasarkan data di lapangan, wilayah yang terdampak penutupan operasional sementara di antaranya:
Kabupaten Ponorogo: 21 dapur umum menghentikan layanan akibat keterlambatan anggaran stimulus.
Kabupaten Lumajang: 19 dapur dinonaktifkan sementara untuk verifikasi ulang.Kota Surabaya & Malang: Puluhan dapur disuspensi karena belum melengkapi dokumen SLHS.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa penonaktifan ini tidak menghentikan jalannya program secara keseluruhan. Untuk menjamin hak siswa, distribusi paket makanan di sekolah-sekolah yang terdampak dialihkan sementara ke fasilitas dapur terdekat yang sudah mengantongi sertifikat resmi.
Sementara itu, Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan pihak pusat telah menyalurkan dana susulan (top up) secara bertahap sejak 5 hingga 8 Juni 2026. Dapur yang telah mencairkan dana dan merampungkan perbaikan standar sanitasi diizinkan untuk kembali beroperasi di bawah pengawasan ketat dinas kesehatan setempat. (Dicky/dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1950)
- Plesir (26)
- Peristiwa (469)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2039)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1481)
- Jawa Timur (16441)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (289)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2750)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (33)
- Global (10)
- Pendidikan (208)
- Hukum (23)
