Mode Gelap
Image
Minggu, 26 Juli 2026
Logo

DISKRIMINASI WNI DI BALI: DUA WN BELANDA PANITIA EVENT LARI CANCUN RAME-RAME DICEKAL IMIGRASI

DISKRIMINASI WNI DI BALI: DUA WN BELANDA PANITIA EVENT LARI CANCUN RAME-RAME DICEKAL IMIGRASI
EVENT LARI CANCUN

DENPASAR beritametro.id– Buntut dari polemik viral dugaan diskriminasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dalam ajang lari Entourage Run di Canggu, Bali, Direktorat Jenderal Imigrasi bertindak tegas. Dua warga negara (WN) Belanda yang ditengarai sebagai pemrakarsa acara tersebut resmi dijatuhi sanksi penangkalan (cekal) masuk wilayah Indonesia.

Dua WNA tersebut masing-masing berinisial JAS (35) pemeghang ITAS Bekerja dan HQV (37) pemegang ITAS Investor. Keduanya diduga kuat menyalahgunakan peruntukan izin tinggal dengan menjalankan aktivitas penyelenggaraan acara yang tak sesuai aturan keimigrasian.

Kabur ke Singapura, Dirjen Imigrasi Terapkan Sanksi Cekal
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengonfirmasi bahwa penjatuhan sanksi cekal diterbitkan usai kedua WNA tersebut terdeteksi telah meninggalkan Indonesia menuju Singapura lewat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (23/7/2026) malam.
Hendarsam mengecam keras tindakan eksklusivitas yang melarang warga lokal berpartisipasi di tanah airnya sendiri.

"Tidak boleh ada negara dalam negara. Event lari tersebut merupakan bentuk negara dalam negara," tegas Hendarsam, Jumat (24/7/2026).

Imigrasi Bali juga diinstruksikan untuk menyisir dan memeriksa seluruh jajaran Event Organizer (EO) yang terlibat. Jika ditemukan WNA lain yang melanggar izin operasional, tindakan tegas berupa deportasi maupun sanksi hukum akan langsung diterapkan.

Berawal dari Curhatan WNI yang Ditolak Mendaftar
Kasus ini mencuat ke publik setelah unggahan seorang wanita WNI (23) viral di media sosial. Korban mengaku akses pendaftarannya ditolak oleh sistem Entourage Run tak lama setelah dirinya mengisi kolom kewarganegaraan sebagai "Indonesia".

Sentimen publik yang memuncak mendorong anggota DPD RI dapil Bali, Ni Luh Djelantik, mengawal kasus ini dengan melaporkannya secara resmi ke Imigrasi Bali dan Polda Bali. Saat ini, Imigrasi masih terus mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam manajemen event tersebut.(red/BM/dea)

Komentar / Jawab Dari