Kakanwil BPN Bali Eko Priyanggodo Ditantang Berantas Praktik Nominee WNA yang Cengkeram Tanah Adat
- Posting Oleh dicky
- Sabtu, 05 September 2026 13:09
DENPASAR beritametro.id – Pesona Pulau Dewata di balik keindahan pantainya kini menyimpan bom waktu agraria yang kian mencemaskan akibat maraknya praktik nominee. Penggunaan nama warga lokal sebagai tameng oleh Warga Negara Asing (WNA) untuk menguasai aset properti telah berkembang menjadi gurita masalah yang mengancam kedaulatan tanah masyarakat adat Bali. Modus operandi ini berjalan sangat rapi dengan memanfaatkan perjanjian bawah tangan yang difasilitasi oknum perantara. Akibatnya, harga tanah meroket di luar nalar dan memicu ketimpangan ekonomi, memaksa generasi muda Bali asli gigit jari karena tak mampu lagi membeli tanah di tanah kelahiran sendiri.
Kini, seluruh mata tertuju pada Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Provinsi Bali yang baru, Eko Priyanggodo, untuk melihat sejauh mana ketegasannya dalam menabuh genderang perang melawan mafia tanah. Tantangan besar berada di pundaknya untuk membawa BPN Bali tidak hanya berfungsi sebagai pencatat administratif, melainkan menjadi benteng pertahanan terakhir keadilan agraria. Menumpas jaringan ini tentu bukan perkara mudah karena harus berhadapan dengan jejaring modal asing dan oknum internal yang bermain di lingkaran hitam.
Menanggapi sorotan tajam tersebut, Kakanwil BPN Bali, Eko Priyanggodo, menegaskan komitmen penuh lembaganya untuk menyisir dan menindak tegas segala bentuk pelanggaran pertanahan, termasuk praktik nominee yang melanggar hukum pertanahan nasional. Pihaknya menyatakan tidak akan berkompromi dengan oknum manapun yang memfasilitasi penguasaan tanah secara ilegal oleh WNA. "Kami akan memperketat pengawasan, mengevaluasi seluruh alas hak yang terindikasi menggunakan nama warga lokal, dan berkoordinasi lintas instansi demi menyelamatkan kedaulatan tanah adat di Bali," tegas Eko Priyanggodo di Denpasar.
Ujian kepemimpinan ini akan menjadi penentu krusial: apakah BPN Bali mampu mengembalikan tanah leluhur kepada masyarakat adat, ataukah Bali akan terus bertransformasi menjadi surga yang dimiliki asing di mana warga lokal hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri.(BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1628)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2018)
- Plesir (30)
- Peristiwa (487)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2099)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1520)
- Jawa Timur (16605)
- Weekend (25)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (302)
- Catatan Metro (207)
- Opini (177)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (15)
- Surabaya (2799)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (3)
- Event & Promo (14)
- Giat Prajurit (19)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (220)
- Hukum (29)
