Mode Gelap
Image
Senin, 25 Mei 2026
Logo
Dokter Rosa, Driver GrabCar Beri Pertolongan Persalinan Darurat Penumpangnya
Dokter Rosa, Mitra Pengemudi GrabCar yang sigap membantu persalinan penumpang dalam perjalanan di Surabaya

Dokter Rosa, Driver GrabCar Beri Pertolongan Persalinan Darurat Penumpangnya

Surabaya(BM)-Seperti biasanya driver GrabCar bernama dr Rosa memulai onbid (on bidding.red), mengaktifkan aplikasi setelah Magrib atau Isya, ini dilakukan setelah kegiatannya mengurus pekerjaan, anak-anak dan rumah tangga benar-benar selesai. Saat itu hari Senin (19/1/2026) dr Rosa memulai aktivitasnya, disela-sela waktu luangnya untuk menjadi driver GrabCar yang telah dilakoni sejak Oktober 2025.

Saat menjelang malam sekitar pukul 20.30 wib, aplikasinya mendapatkan orderan dari Tambaksari dengan tujuan Asemrowo. Penumpang seorang ibu dan anak perempuannya serta anak kecil umur sekitar 1 tahun, naik GrabCar dan berlalu biasa-biasa saja dengan cuaca hujan di wilayah Surabaya. Namun di tengah perjalanan dalam perbincangan penumpang dan driver, tiba-tiba sang anak yang bersama ibunya mulai terlihat diam dan minta kursinya minta direbahkan.

Saat memasuki jalanan menuju daerah Asemrowo, sang anak yang bersama ibunya tadi seperti merasakan nyeri. Melihat ada keluhan dari penumpang dan duduknya menjadi tidak nyaman, naluri dokternya yang notabene tenaga kesehatan (Nakes), melontarkan beberapa pertanyaan, seperti apa yang dirasakan saat ini, kapan mens terakhir kalau itu memang hamil. 

“Awalnya penumpang tidak tahu, bila saya seorang dokter, baru saat penumpang yang bernama Sirka merasa gelisah dan kesakitan. Dr Rosa akhirnya membuka percakapan bila dirinya seorang dokter, ini dimaksudkan agar penupang tersebut menjadi tenang,”kata dr Rosa menjelaskan.

Sesampainya di depan gang tempat tujuan yang berjarak sekitar 100 meter dari gang, wanita yang bernama Sirka Mariana mulai merasakan seperti akan melahirkan  dan bilang ke driver GrabCar.  “Saat itu Sirka mulai gelisah, tanpa pikir pannjang saya langsung turun dari mobil dan memeriksa kondisi Sirka seperti memegang perut Sirka dan terlihat memang kenceng seperti ada kontraksi. Tidak lama air ketuban pecah di dalam mobil, saya pasrah dan berdoa, semoga keadaan penumpang selamat bersama bayinya. Karena pertolongan secata medis tidak terpenuhi sarana dan prasaranya. Tidak sampai 10 menit sang bayi keluar, saya secepatnya memberikan pertolongan awal kepada bayi yang baru lahir, seperti memantau tangis kuat, gerak aktif, terlihat merah, ini pertanda sehat,” tambah dr Rosa.

Dengan kondisi bayi yang baru lahir dan penutup bayi seadanya, dr.Rosa melarikan ke tempat pratek seorang bidan yang berjarak 1 km. Sesampainya di tempat praktek bidan Alfiyah, bayi yang baru lahir dan ibunya mendapat perawatan medis. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,7 kilogram dan saat ini dalam kondisi keadaan sehat walafiat.

Seperti diketahui dr Rosa saat ini berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Dori Silvanus. Sejak tahun 2021, dirinya mendapat tugas untuk meningkatkan kemampuan melalui studi lanjutan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.dr. Rosa mengambil jurusan Spesialis Penyakit Dalam yang saat ini tinggal menempuh penelitian. Di sela studi sebagai seorang residen, dr Rosa menjalani pekerjaan sampingan sebagai driver GrabCar. Selain untuk mengisi waktu luangnya, juga sebagai penyaluran hobi menyetirnya yang sudah dimiliki sejak masih duduk dibangku SMP.

"Biasanya kalau saya lagi jenuh atau banyak waktu luangnya, saya menyetir keliling kota dan tidak ada tujuan. Saya pikir daripada nyetir kesana kemari tidak ada tujuan, akhirnya saya salurkan dengan menjadi driver online dan bisa buat tambahan jajan anak-anak. Selain itu bertemu banyak orang bisa menambah wawasan dan bahkan menolong banyak orang yang membutuhkan,"ujarnya saat diwawancarai.

dr Rosa memilih bergabung menjadi driver online GrabCar, karena menurutnya aplikasi ini sangat Friendly sekali, baik bagi driver maupun penumpang. “Saya sangat senang ditengah menjalankan sebagai driver online bisa menolong banyak orang utamanya yang membutuhkan penanganan medis. Saya tidak ingat persis, berapa yang sudah saya tolong dalam pengangan medis. Tapi membantu kelahiran di dalam mobil ini pengalaman yang sangat mengesankan. Karena secara medis, ini kehamilan yang kebobolan, seperti tidak tahun umur janin, karena tidak pernah periksa sama sekali dan tidak terlihat seperti hamil,” ujar dr Rosa. 

Menanggapi peristiwa ini, Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menyampaikan apresiasinya. “Peristiwa di Surabaya, dimana seorang Mitra Pengemudi GrabCar, Dokter Rosa, yang dengan sigap membantu penumpang yang mengalami persalinan darurat, merupakan gambaran nyata nilai kemanusiaan, kepedulian dan profesionalisme yang hidup dalam ekosistem Grab. Fakta bahwa Mitra kami juga merupakan seorang tenaga medis menunjukkan bagaimana fleksibilitas yang ditawarkan Grab memungkinkan individu dengan latar belakang dan keahlian beragam untuk memberi dampak positif bagi keluarganya dan masyarakat, bahkan di situasi yang tidak terduga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Neneng menambahkan, “Fleksibilitas bukan hanya soal mengatur waktu, tetapi tentang membuka ruang agar Mitra dapat menjalankan peran hidupnya secara utuh, baik sebagai profesional, sebagai anggota keluarga, maupun bagian dari komunitas. Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dan penuh empati yang dilakukan Dokter Rosa. Grab akan terus berkomitmen menghadirkan ekosistem yang aman, suportif, serta mendorong Mitra untuk selalu mengutamakan keselamatan dan nilai kemanusiaan dalam setiap perjalanan.”

Dokter Rosa bergabung menjadi driver GrabCar sejak Oktober tahun lalu. Jadwal kegiatan yang tak menentu dan tanggung jawab keluarga, fleksibilitas menjadi kunci. “Grab memberi saya ruang untuk bekerja saat saya bisa,” ujarnya. Kadang malam, kadang hanya beberapa jam. Pendapatan dari on-bid ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, belanja dapur, biaya kecil rumah tangga,dan keperluan jajan anak-anak.

Rosa bukan satu-satunya. Di balik kemudi GrabCar dan GrabBike, ada beragam latar belakang: mahasiswa, orang tua, pekerja profesional, hingga tenaga kesehatan. Grab memberi peluang pendapatan bagi siapa saja, tanpa mengikat, tanpa menghapus identitas utama mereka. Bagi Rosa sendiri, pengalaman malam itu bukan tentang kepahlawanan. Ia menolak label heroik. “Saya justru merasa bersyukur masih bisa berguna untuk orang lain,” katanya pelan.

Malam yang ditemani hujan di Surabaya menjadi kisah tentang seorang dokter, seorang ibu dan seorang pengemudi GrabCar yang dipertemukan oleh satu perjalanan yang mengesankan sebagai pengingat bahwa di jalanan, kemanusiaan kadang hadir dalam bentuk yang tak terduga.(ina)   

Komentar / Jawab Dari