Mode Gelap
Image
Sabtu, 17 Oktober 2026
Logo
Generali Group dan World Bank Group Resmikan Kerjasama untuk Perkuat Perlindungan Asuransi, Ketahanan Finansial dan Investasi di Negara Berkembang   

Generali Group dan World Bank Group Resmikan Kerjasama untuk Perkuat Perlindungan Asuransi, Ketahanan Finansial dan Investasi di Negara Berkembang  

 

Jakarta(BM)-Generali Group (Generali) dan World Bank Group (WBG) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam rangkaian Pertemuan Tahunan World Bank Group dan International Monetary Fund (IMF) di Bangkok pada 13 Oktober 2026. Kemitraan ini didasarkan pada komitmen bersama untuk memobilisasi modal swasta, memperkuat ketahanan (resilience), serta memperluas solusi asuransi dan investasi di negara-negara berkembang.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan solusi investasi di negara berkembang serta memperluas akses terhadap produk dan layanan asuransi yang relevan. Dalam bidang investasi, Generali dan World Bank Group akan bekerja sama untuk membuka peluang investasi yang dapat menarik lebih banyak pendanaan ke negara berkembang, sekaligus memenuhi kebutuhan dan strategi investasi Generali.

Untuk solusi asuransi, di tahap awal akan difokuskan pada pasar Asia yang akan fokus pada tiga prioritas utama, yaitu: Mengembangkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan populasi lanjut usia, sejalan dengan Program Silver Economy yang dijalankan WBG; Memberikan dukungan bagi sektor pertanian melalui pengembangan asuransi iklim dan asuransi gagal panen; Memperkuat perlindungan terhadap risiko bencana dan perubahan iklim. Lebih lanjut, kedua pihak akan bekerja sama untuk memperkuat perlindungan terhadap risiko bencana di berbagai negara berkembang melalui skema perlindungan bersama yang lebih luas dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan solusi inovatif untuk membantu masyarakat dan perekonomian menghadapi risiko perubahan iklim.

Andrea Sironi, Chairman of Generali Group, mengatakan "Saya sangat bangga mengumumkan kemitraan Generali dengan World Bank Group. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan ekonomi di negara-negara berkembang. Negara-negara tersebut memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, namun masih menghadapi berbagai risiko dengan tingkat perlindungan yang belum memadai. Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, solusi asuransi dan pembiayaan risiko menjadi sangat penting untuk membantu rumah tangga, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mengelola risiko secara lebih efektif, sekaligus membuka peluang investasi dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. Bersama World Bank Group, kami akan menggabungkan keahlian serta kapabilitas sektor publik dan swasta untuk memobilisasi modal dalam skala besar serta memperluas akses terhadap solusi yang dapat mendorong ketahanan finansial dan pembangunan ekonomi berkelanjutan secara nyata."

Ajay Banga, World Bank Group President, mengatakan "Selain pembangunan infrastruktur dan kebijakan yang kuat, asuransi berperan penting dalam melindungi masyarakat dan perekonomian dari berbagai risiko, sehingga hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai dapat tetap terjaga. Melalui kemitraan dengan Generali, kami ingin menggabungkan keahlian dalam pengelolaan risiko dan investasi jangka panjang dengan jaringan, pendanaan, serta dukungan yang dimiliki World Bank Group untuk menciptakan dampak yang lebih luas."Selain itu, kemitraan antara Generali dan WBG juga akan fokus pada kegiatan advokasi, thought leadership, dialog kebijakan, serta peningkatan pemahaman publik mengenai pentingnya peran asuransi dalam memperkuat ketahanan finansial dan mengurangi kesenjangan perlindungan (protection gap).

Kemitraan ini diumumkan dalam acara bertajuk "Insuring Resilient Growth: De-Risking Investments and Creating Jobs", yang merupakan bagian dari agenda resmi Pertemuan Tahunan World Bank Group. Acara tersebut diselenggarakan oleh Generali dan Kantor Direktur Eksekutif Italia untuk World Bank Group, dengan partisipasi Ajay Banga, President of the World Bank Group, serta Alexander De Croo, selaku Administrator of the United Nations Development Programme (UNDP).

Komitmen Generali dalam Mendorong Keberlanjutan dan Ketahanan

Melalui strategi "Lifetime Partner 27: Driving Excellence", Generali semakin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sustainability) ke dalam bisnis dan operasional perusahaan yang sejalan dengan komitmennya sebagai perusahaan asuransi yang bertanggung jawab (responsible insurer), investor yang bertanggung jawab (responsble investor), pemberi kerja yang bertanggung jawab (responsible employer), dan warga negara korporasi yang bertanggung jawab (responsible corporate citizen). Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Generali secara aktif menjalin kemitraan dengan sektor publik dan swasta serta memanfaatkan keahlian yang dimiliki untuk mendukung berbagai inisiatif yang mendorong keberlanjutan dan memperkuat ketahanan finansial masyarakat.

Hal ini mencakup kemitraan jangka panjang antara Generali dan United Nations Development Programme (UNDP) untuk meningkatkan ketahanan finansial masyarakat rentan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta melindungi masyarakat dan ekonomi dari dampak perubahan iklim serta berbagai risiko lainnya. Selain itu, Generali juga menjadi bagian dari inisiatif Insurance Development Forum (IDF) Blueprint for Infrastructure Resilience Development, yang bertujuan mendorong investasi sektor asuransi pada infrastruktur guna meningkatkan ketahanan masyarakat rentan di negara-negara berkembang terhadap risiko perubahan iklim dan bencana alam.

Pada awal tahun ini, Generali juga mengumumkan kemitraan dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) untuk mendukung inisiatif unggulan EU Global Gateway yang didanai Pemerintah Italia. Inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan iklim, nilai tambah, dan memperkuat kesiapan kebijakan dan regulasi untuk mendukung industri kopi di Afrika Timur, melalui pemanfaatan solusi publik dan swasta, termasuk pemanfaatan solusi asuransi inovatif untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha menghadapi risiko.(ris)

Komentar / Jawab Dari