Mode Gelap
Image
Jumat, 26 Juni 2026
Logo

Gerakan Mahasiswa 2026 dengan Era 1998. Akademisi Untag : Yang Membedakan Karakteristik dan Belum adanya Leader Pemersatu Gerakan

Gerakan Mahasiswa 2026 dengan Era 1998. Akademisi Untag : Yang Membedakan Karakteristik dan Belum adanya Leader Pemersatu Gerakan

SURABAYA (BM) - Gerakan aksi mahasiswa turun jalan menyoal sejumlah kebijakan pemerintah akhir-akhir ini dinilai Dosen Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memiliki energi intelektual yang sama di era 1998 hanya saja, gerakan mahasiswa saat ini berbeda karakteristiknya.

“Gerakan mahasiswa saat ini memiliki energi intelektual yang tidak kalah dibanding 1998, tetapi karakteristiknya berbeda: lebih digital, lebih terdesentralisasi, lebih beragam isu, dan belum memiliki simbol kepemimpinan nasional yang menyatukan,” ucap Dr. Andik Matulessy, MSi, Jumat (26/06).

Menurutnya, gerakan ini akan berkembang menjadi momentum perubahan besar sangat bergantung pada tiga hal: kemampuan membangun konsolidasi lintas kelompok, respons pemerintah terhadap aspirasi publik, dan tingkat dukungan masyarakat yang lebih luas.

“Tanpa ketiga faktor tersebut, demonstrasi cenderung menjadi gelombang kritik yang kuat, tetapi belum tentu berubah menjadi gerakan reformasi yang mengubah arah sejarah,” ungkap pria yang juga menjadi Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Pusat Periode 2022-2026.

Dalam perspektif Dr Andik menyoroti gerakan mahasiswa saat ini masih belum menemukan common goals atau tujuan atau isu yg sama. “Apakah tentang program pemerintah ataukah pada ketidakmampuan pemerintah melakukan tata kelola program ataukah kondisi sosial ekonomi masyarakat,” urainya.

Dan gerakan mahasiswa saat ini belum ada leader pemersatu gerakan seperti yang terjadi era 98, di mana banyak tokoh gerakan yang hadir (politisi, ilmuwan, tokoh masyarakat) “Masih ada ego sektoral dari masing-masing organ gerakan mahasiswa, basis kampus, organisasi basis ideologi dan lain-lain,” pungkas Dr Andik.

Komentar / Jawab Dari