Mode Gelap
Image
Kamis, 13 Agustus 2026
Logo

Jadi Percontohan Nasional, Kalaksa BPBD Jatim Didaulat Jadi Pemateri Best Practices dalam Rakortek PB 2026

Jadi Percontohan Nasional, Kalaksa BPBD Jatim Didaulat Jadi Pemateri Best Practices dalam Rakortek PB 2026
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat gelaran Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Bencana (Rakortek PB) di Kota Bogor

BOGOR (BM) - Beragam inovasi yang telah dihadirkan BPBD Jatim dalam upaya meningkatkan kapasitas kerjanya selama ini ternyata memantik perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Karenanya, saat gelaran Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Bencana (Rakortek PB) di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8), Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto SE, M.PSDM didaulat menjadi pemateri Best Practices terkait upaya peningkatan kapasitas daerah dalam penanganan bencana.

Di hadapan peserta Rakortek PB yang berunsurkan BPBD, Bappeda provinsi se-Indonesia dan sejumlah unit kerja di lingkungan BNPB, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto memaparkan sejumlah program inovatif yang telah dihadirkan BPBD Jatim, mulai dari Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bidang Kedaruratan dan Logistik, hingga Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Sejumlah inovasi yang dipaparkan itu di antaranya, adalah Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) dengan ragam pelayanannya, seperti, simulator gempabumi, Virtual Reality (VR) pemadam api, dan area pelatihan kebencanaan.

Selain itu, dipaparkan juga, Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dengan jangkauan pelayanannya hingga ke pelosok desa, dan mobil command center 'BPBD One' dengan fasilitas isinya yang sangat mendukung saat kegiatan tanggap darurat.

"Sebagai landasan operasional kerja, kami juga telah memiliki Perda baru, yakni, Perda PB Nomor 1 tahun 2026 sebagai revisi dari Perda nomor 3 tahun 2010. Perda ini kami buat untuk menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang baru, termasuk sebagai upaya penguatan kelembagaan," terangnya.

Dengan adanya Perda ini, BPBD Jatim kini bisa melaksanakan kegiatan rehabilitasi terhadap infrastruktur yang terdampak bencana dengan cepat, seperti, perbaikan gedung sekolah, jembatan, kantor pemerintahan, dan rumah-rumah masyarakat.

Sementara, BNPB selaku penyelenggara Rakortek PB menilai, sesi Best Practices yang dihadirkan di awal kegiatan ini menjadi penting untuk mendorong pembelajaran antardaerah, sekaligus mengidentifikasi praktik baik yang dapat direplikasi sesuai karakteristik risiko masing-masing wilayah.

Rakortek PB 2026 yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 ini juga diharapkan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinkronisasi program penanggulangan bencana antara pemerintah pusat dan daerah, serta mendorong pencapaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD). (sef)

Komentar / Jawab Dari