Janji Politik Tahun 2024 Layaknya Gula Dan Madu , Hati Hati Banyak Yang Tebar Pesona
- Posting Oleh nurul
- Minggu, 15 Oktober 2023 13:10
Banyuwangi - Di tahun politik 2024 nanti , para politisi yang jadi calon anggota legislatif (caleg) memang suka mengobral janji. Ada yang berjanji akan memperhatikan pendidikan anak-anak orang yang memilihnya dalam pemilu. Ada juga yang berjanji mau membangun jalan di daerah yang memenangkan sang calon. Lalu ada pula yang menjanjikan lapangan kerja bagi mereka yang masih menganggur.
Janji-janji manis biasanya disampaikan enam bulan sebelum pemilu digelar. Saat masa kampanye, mereka pun rajin mengumpulkan orang. Rajin mendatangi rumah-rumah pemilih.Tapi begitu terpilih menjadi anggota legilatif, banyak politisi yang lupa akan janji yang pernah mereka sampaikan.
Alasan mendasar yang melatarbelakangi munculnya kekecewaan masyarakat tersebut akibat janji pemilu yang tak kunjung pernah menjadi kenyataan. Rakyat mulai sadar dan merasa hanya dibutuhkan suaranya saat pemilu, selanjutnya diabaikan ketika kekuasaan telah tercapai.
Janji kampanye para kontestan pemilu seolah-olah hanya menjadi pemanis bibir semata untuk mengelabui rakyat agar tertarik memilih dirinya padahal dari semula janji tersebut (mungkin) telah direncanakan untuk tidak dipenuhi. Maka tidak heran bila sebagian besar rakyat menganggap janji politik sangat identik dengan kebohongan. Pemilu di mata rakyat tidak lebih dari sekadar sebuah ajang tempat orang memberikan janji-janji untuk diingkari.
Di antara 11 tahapan pemilu, tahapan kampanye seharusnya menjadi hal yang paling penting bagi rakyat. Melalui kampanye para calon memberitahukan kepada warga masyarakat tentang apa yang akan dilakukannya jika kelak dirinya terpilih. Bagi rakyat, informasi ini menjadi sangat penting sebagai referensi dalam menentukan pilihan pada hari pencoblosan kelak.
Alasan mendasar yang melatarbelakangi munculnya kekecewaan masyarakat tersebut akibat janji pemilu yang tak kunjung pernah menjadi kenyataan. Rakyat mulai sadar dan merasa hanya dibutuhkan suaranya saat pemilu, selanjutnya diabaikan ketika kekuasaan telah tercapai.
Janji kampanye para kontestan pemilu seolah-olah hanya menjadi pemanis bibir semata untuk mengelabui rakyat agar tertarik memilih dirinya padahal dari semula janji tersebut (mungkin) telah direncanakan untuk tidak dipenuhi. Maka tidak heran bila sebagian besar rakyat menganggap janji politik sangat identik dengan kebohongan. Pemilu di mata rakyat tidak lebih dari sekadar sebuah ajang tempat orang memberikan janji-janji untuk diingkari.
Akibatnya, demokrasi perwakilan di Indonesia saat ini mengalami masalah disconnected electoral yaitu adanya keterputusan relasi antara wakil dengan yang diwakili. Sehingga seringkali tindakan yang dilakukan oleh para wakil tidak linier dengan apa yang menjadi aspirasi dan keinginan dari orang-orang yang diwakili (publik).
Banyak calon-calon anggota dewan yang mencalonkan diri untuk maju dalam hal tersebut banyak visi misi yang diutarakan sebelum mencalonkan diri supaya apa? Supaya mereka di pilih masyarakat.
Masyarat pasti memilih pemimpin pasti tidak asal asal Karena masyarat ingin orang yang ada di atas adalah orang yang mempunyai kualitas dan mampu merubah lingkungan masyarakat dari beberapa bidang. Namun setelah calon-calon tersebut terpilih mereka akan lupa bahwa masyarakatlah yang menjadikan itu semua mereka seolah-olah sudah kuasa.
Janji-janji yg dulu pernah diutarakan kepada masyarakat seolah-olah hanya omong kosong. Semoga dengan adanya salah satu coretan ini mampu mewakili isi atau curahan hati masyarakat dan juga alangkah baiknya dewan-dewan yang sudah menjabat bisa melaksanan janji-janji tersebut. Supaya masyarakat yakin akan janji-janji yang sudah diutarakan sebelum mereka mencalonkan diri.
Oleh karena itu, jangan pilih lagi politisi yang suka ingkar janji. Apalagi mereka, yang setelah terpilih tak pernah turun ke daerah pemilihan. ( Emn )
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1929)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2029)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1462)
- Jawa Timur (16403)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2744)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (15)
- Wisata (33)
- Global (10)
- Pendidikan (204)
- Hukum (23)
