JEJAK DARAH DI RUMAH SEWA MOJOSONGO: KISAH DI BALIK TETESAN AIR GALON DAN TUMBAL PENYARUAN SANG BELUT
- Posting Oleh dicky
- Minggu, 09 Agustus 2026 09:08
BERITAMETRO.ID, SURAKARTA – Sebuah dinding bata kusam di salah satu sudut Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, tampak berdiri tenang di balik kibaran jemuran warga dan hiruk-pikuk anak-anak sekolah yang lalu-lalang. Tidak ada yang menyangka, rumah kontrakan mungil berukuran 10x5 meter persegi di dekat sebatang kali kecil itu adalah saksi bisu runtuhnya riwayat gembong teroris paling dicari di Asia Tenggara: Noordin M Top.
Dua belas kilometer dari riuhnya Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Jebres, ingatan publik sering kali terkecoh. Banyak yang mengira pelarian pria asal Malaysia itu berakhir di Temanggung. Namun, di rumah kecil Mojosongo inilah, pelarian sang penyaru ulung itu berdarah-darah dan berakhir di sudut kamar mandi yang luluh lantak.
Strategi Bunglon di Depan Teras Rumah
Noordin M Top dikenal polisi sebagai "si belut". Dalam pelariannya pasca-Penggerebekan Songgokerto yang menewaskan perakit bom Dr. Azahari pada akhir 2005 di Batu, Noordin lihai menyusup di tengah keramaian warga. Ia tak bersembunyi di dalam gua atau hutan terpencil. Pria yang memimpin jaringan operasional pengeboman Bali hingga Marriott-Ritz Carlton ini justru memilih hidup di tengah pemukiman padat.
Di sebuah safehouse daerah Jawa Tengah bagian selatan, Noordin bahkan pernah menyewa rumah tepat di depan markas polisi. Demi mengelabuhi mata-mata dan tetangga, teras rumahnya sengaja dipenuhi botol minuman keras kosong dan asbak penuh puntung rokok. Dari dalam kamarnya, musik dangdut diputar keras-keras sepanjang hari—sebuah pemandangan yang amat bertolak belakang dengan ideologi radikal yang dianutnya.
Di Mojosongo, taktik penyamaran itu berlanjut dengan pola halus. Rumah itu dikontrak sepasang suami istri yang tampak religius. Sang istri yang tengah hamil tua rutin membuka pengajian membaca Al-Qur'an untuk anak-anak kampung. Anehnya, pengajian itu tak pernah sekalipun diizinkan masuk ke dalam ruang tamu; anak-anak hanya diperbolehkan duduk di ubin teras.
Kejanggalan lain yang lambat laun dirasakan warga adalah konsumsi air galon yang luar biasa tinggi untuk rumah yang hanya diisi sepasang suami istri. Padahal, aliran air PDAM di rumah itu lancar. Air galon itu rupanya menjadi penyambung hidup bagi "tamu-tamu rahasia" yang bersembunyi di kamar dalam, merakit bom untuk aksi teror berikutnya.
Malam Kelam 17 September 2009
Jejak samar Noordin akhirnya terendus pasca-Penggerebekan Temanggung pada 7 Agustus 2009, imbas dari rentetan Bom Jakarta 17 Juli 2009 yang menewaskan belasan jiwa di Hotel Marriott dan Ritz-Carlton.
Memasuki subuh 17 September 2009, sunyinya Mojosongo pecah oleh rentetan tembakan dan dentuman keras. Tim Densus 88 Antiteror mengepung rapat rumah mungil tersebut. Baku tembak sengit tak terhindarkan. Ledakan demi ledakan dari racikan bom rakitan yang disimpan di dalam rumah menghancurkan atap hingga meremukkan konstruksi bangunan.
Saat asap mesiu dan debu reruntuhan mulai terangkat, dinding bagian kamar mandi nampak jebol akibat daya ledak dahsyat. Di sanalah ditemukan empat jasad saling bertumpukan. Noordin M Top tewas bersama tiga pengikutnya setelah diduga kuat memicu ledakan maut di detik-detik terakhir saat ruang gerak mereka terkunci total. Hanya sang istri yang tengah mengandung yang selamat dari maut.
Melalui uji sidik jari dan verifikasi DNA, kepolisian memastikan bahwa salah satu jasad berkelamin pria itu adalah Noordin M Top.
Tewasnya Noordin M Top di Mojosongo malam itu menyegel akhir dari era pengeboman berskala besar yang terstruktur milik jaringan Jemaah Islamiyah (JI). Setelah kehilangan Dr. Azahari sang "arsitek bom", kematian Noordin mencabut ruh "pencuci otak" yang paling mahir melahirkan eksekutor lapangan. Meski kelak sisa-sisa jaringannya bertransformasi menjadi bentuk baru, dinding-dinding tua di Mojosongo tetap berdiri sebagai monumen kelam bahwa teror pernah hidup, bernapas, dan akhirnya tumbang di dekat pemukiman kita.(BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1627)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2000)
- Plesir (29)
- Peristiwa (484)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2097)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1511)
- Jawa Timur (16550)
- Weekend (24)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (299)
- Catatan Metro (207)
- Opini (176)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2787)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (212)
- Hukum (28)
