Mode Gelap
Image
Minggu, 29 Maret 2026
Logo

Kejari Mintai Keterangan WIKA dan Grup Puncak di Kasus Korupsi Apartemen CBD

Kejari Mintai Keterangan WIKA dan Grup Puncak di Kasus Korupsi Apartemen CBD
Putu Arya Wibisana, Kasintel Kejari Surabaya

SURABAYA (BM) – Penyelidikan dugaan korupsi proyek Apartemen Puncak CBD Wiyung oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terus bergulir. Korps Adhyaksa mulai memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Berdasar informasi yang dihimpun, klarifikasi sudah dimintakan kepada PT Wijaya Karya (WIKA) Gedung selaku kontraktor pelaksana proyek serta Grup Puncak sebagai pengembang apartemen.

Putu Arya Wibisana, Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Surabaya saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari pendalaman pada tahap penyelidikan.

“Sejauh ini sudah ada permintaan keterangan dari pihak WIKA dan Grup Puncak,” ujar Putu saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Meski demikian, Putu belum merinci materi klarifikasi yang dimintakan kepada para pihak tersebut. Dia juga belum menjelaskan kemungkinan adanya pemanggilan pihak lain dalam pengusutan proyek tersebut. “Masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Saat ditanya lebih jauh mengenai pihak-pihak lain yang akan dimintai keterangan, Putu menyebut penyelidik masih mendalami sejumlah data dan informasi yang ada. “Nanti kalau ada perkembangan akan kami sampaikan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Surabaya tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Apartemen Puncak CBD Wiyung yang dikerjakan PT WIKA Gedung. Hingga kini penanganan perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.

Proyek Apartemen Puncak CBD Wiyung sebelumnya kerap menuai polemik. Sejumlah persoalan mencuat ke permukaan, mulai dari keluhan konsumen terkait serah terima unit, ketidakjelasan kelanjutan pembangunan, hingga persoalan pengelolaan apartemen. Berbagai persoalan tersebut sempat menjadi sorotan publik dan diberitakan sejumlah media. (arf/tit)

Komentar / Jawab Dari