Mode Gelap
Image
Kamis, 21 Mei 2026
Logo
KEPUNG SURABAYA: Ribuan Driver Ojol se-Jatim Gelar Aksi Long March Besar-Besaran Tuntut Pengesahan UU Transportasi Online
KEPUNG SURABAYA: Ribuan Driver Ojol se-Jatim Gelar Aksi Long March Besar-Besaran Tuntut Pengesahan UU Transportasi Online

KEPUNG SURABAYA: Ribuan Driver Ojol se-Jatim Gelar Aksi Long March Besar-Besaran Tuntut Pengesahan UU Transportasi Online

SURABAYA – Gelombang massa yang diperkirakan mencapai ribuan driver ojek online (ojol) dari berbagai penjuru Jawa Timur kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kota Surabaya pada Rabu (20/5) siang.

Aksi ini berhasil melumpuhkan sejumlah jalur protokol utama dan menjadi pusat perhatian publik di ibu kota provinsi tersebut.Aksi penyampaian aspirasi ini dimulai sejak pagi dengan titik kumpul utama di kawasan Bundaran Waru, pintu gerbang selatan yang menghubungkan Sidoarjo dan Surabaya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa yang didominasi oleh atribut jaket hijau dari berbagai aplikator tersebut melakukan aksi long march (berjalan kaki) bersama iring-iringan ribuan sepeda motor. Massa bergerak secara masif menuju dua titik sentral pergerakan, yaitu Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo dan Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur di Jalan Indrapura.

Dalam orasi yang bergelora dari atas mobil komando, para perwakilan elemen ojol secara tegas menyuarakan satu tuntutan krusial. Mereka mendesak pemerintah dan legislatif untuk segera menerbitkan serta mengesahkan Undang-Undang Transportasi Online yang hingga kini dinilai mandek, meskipun telah resmi masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

"Kami bosan hanya diberikan janji penyesuaian tarif dalam bentuk Keputusan Gubernur atau Peraturan Menteri yang sering kali mandul di lapangan. Hari ini, ribuan driver se-Jawa Timur bersatu menuntut hak paling mendasar: payung hukum yang kuat dan berkeadilan melalui Undang-Undang! Status kemitraan kami harus diperjelas agar tidak ada lagi eksploitasi sepihak oleh korporasi aplikator," teriak salah satu orator di depan Gedung Grahadi yang disambut riuh yel-yel massa aksi.

Selama ini, relasi kerja antara driver dan aplikator dinilai timpang karena ketiadaan regulasi setingkat undang-undang yang mengatur secara khusus tentang transportasi online dan perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja mandiri (gig economy).

Dampaknya, para driver kerap dihadapkan pada potongan persentase aplikasi yang tinggi, penurunan tarif sepihak, serta minimnya jaminan keselamatan kerja.

Akibat besarnya volume massa pengunjuk rasa, arus lalu lintas dari arah selatan menuju pusat Kota Surabaya sempat mengalami kemacetan parah dan kepadatan yang mengular panjang.

Pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya menerjunkan ratusan personel guna melakukan pengawalan ketat serta melakukan rekayasa arus lalu lintas di sepanjang rute long march demi menjaga situasi tetap kondusif. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan dari massa aksi masih melakukan audiensi dan menyerahkan draf tuntutan resmi kepada anggota DPRD Jawa Timur agar aspirasi mereka segera dikawal dan diteruskan ke tingkat pusat di Jakarta. Dea

Komentar / Jawab Dari