Menikmati Kemewahan Interior dan Kelezatan Menu Kuliner Gerai Kopi Dewa 19 - Restography Nyaman Di Lidah, Terjangkau Di Kantong
- Posting Oleh Nanang
- Jumat, 22 Mei 2026 00:05
SURABAYA (BM) – Gerai Kopi Dewa 19 - Restography di Kota Surabaya dalam Dua Minggu terakhir tidak hanya menjadi magnet Baladewa - Baladewi (Sebutan fans Dewa 19) namun juga menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat dan komunitas lain sembari menikmati kemewahan interiornya namun juga berasa nyaman menikmati kelezatan sajian menu yang ditawarkan.
Menariknya, meski gerai Kopi Dewa 19 - Restography yang berlokasi Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Penjaringan Sari, Rungkut ini begitu mewah dari estetik interiornya namun siapa sangka pilihan sajian menu kulinernya baik minuman dan makanannya berasa maknyus layaknya hotel resto bintang 5 dan harganya tidak perlu cemas atau kuatir, sangat terjangkau untuk saku pengunjung.
Uniknya lagi yang menjadi pembeda lagi di gerai Kopi Dewa 19 - Restography ini pengunjung banyak disuguhi pengalaman yang berbeda, sambil menyesap ‘Kopassus’- Kopi Pakai Susu racikan pribadi Ahmad Dhani yang legit dan kental, pengunjung diajak menikmati pemandangan sukses story dan memorabilia asli sejarah Dewa 19, seperti drum yang pernah ditabuh oleh Agung Gimbal dan Tyo Nugros dan deretan foto success stories perjalanan band sejak tahun 1992 juga turut dipampang.
Ninayanti SH,S.Sos, MSi, salah satu Owner Kopi Dewa 19 - Restography mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda dibandingkan cafe atau gerai pada umumnya. Menurutnya, tempat ini menjadi ruang bagi para Baladewa dan Baladewi untuk mengenang perjalanan musik idolanya.
“Konsepnya memang ingin berbeda dari kafe lain. Di sini pengunjung bisa menikmati suasana seperti museum kecil perjalanan Dewa 19. Harapannya para penggemar merasa lebih dekat dengan idolanya dan pulang membawa kenangan,” ujarnya.
Adapun pilihan minuman andalannya Kopassus atau ‘Kopi Pakai Susu’ yang disebut diracik langsung oleh Ahmad Dhani. Tak hanya itu juga tersedia pula Kopi Kirana lalu makannya yang tak kalah lezatnya adalah Nasi Goreng Kecombrang, Soto Tangkar, hingga Iga Asap yang menjadi favorit pengunjung.
Dalam kesempatan sama, salah satu pengunjung, DR Ratna, mengaku terkesan dengan konsep yang dihadirkan Kopi Dewa 19 - Restography. Ia menilai tempat tersebut bukan sekadar kafe, tetapi juga ruang nostalgia bagi pecinta musik Dewa 19. “Saya suka sekali dengan konsepnya. Dekorasinya benar-benar membawa suasana perjalanan Dewa 19 dari masa ke masa. Jadi bukan hanya makan dan ngopi, tapi juga menikmati kenangan,” ulasnya.
Ia juga mengaku sudah beberapa kali datang sejak kafe tersebut dibuka karena merasa cocok dengan menu-menu yang disajikan. “Saya sudah empat kali datang ke sini sejak grand opening. Menunya enak-enak dan suasananya bikin nyaman untuk kumpul bersama teman maupun keluarga,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Fika, menurutnya, Kopi Dewa 19 memiliki konsep berbeda dibanding tempat nongkrong lainnya di Surabaya. “Yang bikin menarik itu konsep restographynya. Kita seperti masuk ke mini museum Dewa 19. Buat Baladewa pasti merasa dekat dengan idolanya,” tuturnya.
Fika juga mengapresiasi pelayanan dan kemudahan transaksi digital yang diterapkan di kafe tersebut. “Pembayarannya juga praktis karena sudah menggunakan QRIS, jadi tidak perlu antre lama di kasir. Tempatnya cocok buat nongkrong maupun acara komunitas,” urainya.
Sementara itu, Vivi selaku konten kreator Kopi Dewa 19 menyebut kafe ini merupakan cabang keempat yang dibuka. Ia menilai konsep restography yang dipadukan dengan nuansa modern membuat tempat tersebut cocok digunakan untuk berbagai kegiatan komunitas hingga acara arisan.
“Dengan konsep unik yang memadukan kuliner, musik, dan nostalgia, gerai Kopi Dewa 19 - Restography kini menjadi salah satu destinasi favorit baru di Surabaya, khususnya bagi para Baladewa - Baladewi yang ingin merasakan kedekatan dengan band idolanya,” ulasnya.
Perlu diketahui, saat jumpa pers pada acara The Grand Opening Kopi Dewa 19 Restography di Surabaya, Jumat (15/5/2026) lalu, pentolan Band Dewa 19 yang sekaligus musisi jenius, Ahmad Dhani membuka gerai kopi di tengah gempuran tren kopi kekinian dengan berbagai campuran sirup dan topping modern dengan membawa sebuah resep sederhana yang ia klaim sebagai mesin waktu rasa: “Kopassus”.
Bagi Dhani, ini adalah misi pribadi untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang rasa kopi susu klasik. “Ini kopi yang saya kasih nama sendiri karena saya yang meracik. Namanya Kopassus,” pungkas Dhani saat itu.
Dhani bercerita bahwa inspirasi di balik Kopassus lahir dari kerinduannya akan atmosfer rasa kopi tahun 80-an. Menurutnya, ada profil rasa tertentu yang hilang di kedai-kedai kopi modern masa kini. Ia ingin generasi muda, terutama para milenial dan Gen Z yang tidak sempat merasakan hidup di dekade 80-an, bisa mengecap “orisinalitas” masa muda sang maestro.
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1935)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2033)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1469)
- Jawa Timur (16421)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (289)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2748)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (33)
- Global (10)
- Pendidikan (204)
- Hukum (23)
