Penyelesaian Kasus Meningkat 58 Persen,Polres Situbondo Ungkap Misteri Kematian Sekeluarga di Besuki
- Posting Oleh Djoko
- Jumat, 13 Maret 2026 00:03
Situbondo,Berita Metro.id Polres Situbondo membeberkan dinamika situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama periode Januari hingga Februari 2026. Dalam evaluasi awal tahun ini, tercatat adanya tren kenaikan angka kriminalitas, di mana kasus perjudian menjadi salah satu tindak kejahatan yang mengalami peningkatan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc. dalam konferensi pers yang dihadiri awak media Situbondo. Secara transparan, ia memaparkan perbandingan angka kriminalitas yang terjadi di wilayah hukumnya untuk dievaluasi bersama.
"Secara umum situasi Kamtibmas di Situbondo mengalami dinamika. Berdasarkan data kami, terdapat peningkatan angka kriminalitas sebesar 31,43 persen, yakni dari 70 kasus pada bulan Januari naik menjadi 92 kasus pada bulan Februari. Kenaikan yang paling menonjol dan menjadi atensi kita bersama adalah kasus perjudian dan pencurian dengan kekerasan yang mengalami kenaikan" papar AKBP Bayu di hadapan awak media, Kamis 12/3/26 pagi
Meski grafik angka kejahatan mengalami tren kenaikan, Kapolres menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak tinggal diam dan terus bekerja keras merespons setiap laporan masyarakat.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, karena seiring dengan dinamika tersebut, keberhasilan penegakan hukum dan penyelesaian perkara oleh jajaran Satreskrim maupun Satresnarkoba juga mengalami peningkatan sebesar 58,06 persen. Ini adalah wujud komitmen kami untuk terus memberikan rasa aman kepada masyarakat," tambahnya.
Keseriusan polisi menyapu bersih penyakit masyarakat juga dibuktikan lewat hasil Operasi Pekat Semeru 2026 menjelang momen Idulfitri. Dalam operasi tersebut, petugas sukses menyita 112,11 gram sabu-sabu, ribuan butir pil Trex, ratusan botol minuman keras (miras), hingga 5,1 kilogram bahan peledak mercon yang sangat membahayakan warga.
Sementara itu, dari sektor lalu lintas, Satlantas Polres Situbondo mencatat lonjakan drastis pada penindakan tilang aksi balap liar yang kerap meresahkan warga. Angkanya tak main-main, meroket hingga 7.400 persen pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya, yang juga diiringi dengan peningkatan validasi pelanggaran melalui sistem tilang elektronik (ETLE).
Kemudian juga dijelaskan lonjakan kasus perjudian yang diungkap dalam evaluasi Kamtibmas tersebut ternyata menjadi akar dari sebuah peristiwa yang terjadi di Besuki. Dalam kesempatan yang sama, Polres Situbondo akhirnya berhasil menguak tabir misteri di balik tewasnya satu keluarga di Desa Demung, Kecamatan Besuki pada penghujung tahun 2025 lalu.
Publik sebelumnya sempat digegerkan dengan penemuan tiga jenazah dalam satu rumah di Dusun Watu Ketu pada 28 Desember 2025. Ketiga korban adalah HS (suami), SN (istri), dan UR (anak). Saat itu, SN dan UR tergeletak tak bernyawa di kamar utama, sedangkan HS ditemukan meninggal di kamar mandi dekat dapur.
Polisi akhirnya menyimpulkan bahwa sang suami (HS) adalah pelaku yang membunuh istri dan anaknya sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Kepastian ini didapat setelah polisi melakukan serangkaian penyidikan berbasis ilmu pengetahuan atau Scientific Crime Investigation (SCI).
Proses pembuktian SCI tersebut dipaparkan secara langsung dan terperinci oleh Kasubbid Kimbiofor (Kimia Biologi Forensik) Bidlabfor Polda Jatim, AKBP drh. Tri Yuni Eriadi, yang turut hadir mendampingi Kapolres Situbondo dalam konferensi pers tersebut.
Kesimpulan kepolisian bukan tanpa dasar. Motif utama di balik pembantaian keluarga ini mengarah pada masalah ekonomi akibat HS kecanduan judi online. Dari jejak digital di ponsel milik HS, polisi menemukan riwayat akses ke empat situs judi online yang masih aktif.
Kondisi ekonomi yang hancur membuat HS nekat menjual rumah yang mereka tinggali secara sepihak. Keputusan sepihak ini ditentang keras oleh sang istri dan anaknya, yang berujung pada perselisihan.
Berdasarkan hasil autopsi dan olah TKP, terungkap kronologi mengerikan malam itu. Sang anak, UR, dihabisi lebih dulu, disusul oleh SN. Hal ini dibuktikan dengan temuan luka tangkis pada tubuh kedua korban yang menunjukkan adanya perlawanan.
Setelah memastikan anak dan istrinya tewas, HS sempat melakukan upaya pembersihan TKP. Ia mengepel ceceran darah di lantai dan mencuci bajunya yang terkena cipratan darah. Setelah itu, ia meregang nyawa di kamar mandi. Tidak ditemukan luka tangkis pada tubuh HS, dan posisi senjata tajam berada tepat di dekat jenazahnya.
Lebih lanjut, AKBP drh. Tri Yuni Eriadi membeberkan bukti saintifik agar tidak lagi timbul spekulasi liar di masyarakat.
"Bukti ini diperkuat dengan rekaman CCTV yang menunjukkan tidak ada satu pun orang luar yang masuk ke rumah sejak pukul 22.00 WIB, hingga akhirnya kamera pengawas tersebut mati karena aliran listrik dimatikan secara manual dari dalam rumah. Selain itu, dari hasil pengujian forensik, sebilah pisau dapur yang ditemukan di dekat jenazah HS memiliki kecocokan profil DNA yang identik dengan ketiga korban," urai AKBP Tri Yuni Eriadi.
Menutup penjelasan tersebut, Kapolres Situbondo menegaskan status hukum kasus ini. "Berdasarkan fakta hukum dan bukti saintifik yang ada, pelaku pembunuhan terhadap SN dan UR adalah HS. Setelah itu, yang bersangkutan mengakhiri hidupnya sendiri. Dengan demikian, demi hukum, perkara ini dihentikan penyidikannya atau di-SP3 karena tersangka telah meninggal dunia," pungkasnya.( Sun ).
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1860)
- Plesir (26)
- Peristiwa (465)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2028)
- Internasional (560)
- Sports (1991)
- Ekonomi (1454)
- Jawa Timur (16351)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2736)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (36)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (9)
- Giat Prajurit (14)
- Wisata (32)
- Global (10)
- Pendidikan (195)
- Hukum (23)
